Friday, December 26, 2008

Natalan di rumah

Natal tahun ini di rumahku ada acara Persekutuan Doa Kristen & Katolik (yang Katolik cuma aku siih, hehe). Walaupun dari wilayah Urayasu banyak yang absent (ada yang pulang ke Indonesia, ada yang pindah ke Osaka, ada yang sakit, dll), tapi banyak ibu ibu dari wilayah Tokyo yang datang. Rumah jadi rame deh.

Untuk hidangan nya aku bikin gule kambing, nasi kuning, daging rica, rendang ayam, pudding jagung, nggoreng krupuk udang, juga ada tambahan kue natal kiriman dari Mbak Retno, dan nastar dari Heni. Ibu ibu yang datang pada bawa makanan juga. Ada cumi pedas, ikan woku, bubur ketan item, onde onde, nasi goreng, salad buah… apa lagi ya, sampai gak inget deh. Aku juga bikin masakan ku dalam keadaan “mabok darat”, lidahku terasa tebal banget, setiap ngincipi makanan rasanya kok pahit. Jadi masaknya pakai feeling aja. Syukurlah para tamu bilang, masakanku oke oke aja, cukup bumbunya.

Syukur juga ketika acara berjalan, aku bisa ikut makan. Mungkin karena hati riang ya. Merry Christmas!!

UFRA Christmas Party

Urayasu Foreign Resident Association (UFRA) ngadain pesta natal buat anak anak tanggal 23 Desember yang lalu. Tahun ini pertama kali juga aku ikut event natalnya UFRA, ketinggalan banget deh, itu juga gara gara tahun tahun kemarin aku masih jadi “pengembara” pindah2 dari Ibaraki dan Hokkaido. Tahun ini bersyukur sekali aku jadi punya kenalan di playgroup nya Rui, yang akhirnya menghubungkan aku dengan event2 UFRA macam gini.

Acara natal anak anak kemarin bergaya pot-luck, semua yang datang bawa satu macam hidangan untuk dinikmati buat makan siang bersama. Aku bawa pudding strawberry. Hidangan yang lain, karena emang para istri berasal dari macam2 negara, hidangan nya pun internasional sekali. Yang dari korea bawa jijimi (gorengan dari kentang serut), yang dari Amerika bawa ayam goreng Kentucky (hahaha, amrik banget deh), trus ada yang bawa kue pie dari labu kuning, eh ada juga yang bawa macaroni schotel (wuah, anak anak pada banyak yang suka tuh).

Bapak-e Rui juga tak ajak ke acara ini. Di sana dia bisik2 ke aku, katanya sempat kebingungan waktu diajak ngomong bahasa Inggris sama orang orang yang hadir. Hihihi, gak cuma dia wong pertama kali dulu aku ketemu orang orang UFRA, aku juga gelagepan juga. Habis emang sejak tinggal di Jepang, bahasa Inggris ku khan jadi “punah” wong gak pernah dipakai. Ya bagus lah mungkin kalau sering ikut event nya UFRA macam gini, bahasa Inggris ku bisa lancar lagi.

Acara natal UFRA kapan hari karena fokusnya untuk anak anak, diseling dengan permainan nempel gambar, bikin prakarya, dan ditutup dengan datangnya Santa Claus!! Wuah, anak anak (termasuk Rui) pada high-tension deh. Yang jadi Santa Claus, bapak bule dari Swedia, bule nya sih udah pas, hanya sayangnya dia rada kurus, jadi Santa Claus nya kurang mantap. Dalam bayanganku yang jadi Santa biasanya khan gendut gitu ya. Hohoho….

Photo photonya aku pajang di sini. Note: yang ngambil photo Bapak-e Rui, jadinya gak pas semua deh. Kayaknya aku lebih pinter ngambil photo daripada dia, hihihi. Lain kali biar aku terus aja deh yang jadi photographer.

Friday, December 19, 2008

Kembarannya Rui

Tahu gak, Rui itu punya “kembaran” di kelas playgroupnya. Namanya Haruto (kalo di Indonesia mungkin udah jadi Harto kali ya, hehehe). Haruto ini usianya lebih tua 9 bulan daripada Rui, tapi besar badannya hampir sama dengan Rui. Potongan rambutnya juga mirip. Matanya mirip, bahkan kalau ketawa juga ada lesung pipitnya. Pokok-e hampir semua nge-plek.

Yang rada beda, Haruto lebih tenang sifatnya daripada Rui. Kalo Rui khan masih suka pecicilan kesana sini. Mungkin karena Haruto udah punya adik kecil ya, jadi lebih dewasa lah daripada Rui. Yach, semoga aja kalo Rui pun bisa jadi lebih dewasa kalo adiknya sudah lahir nanti. Semoga.

Di bawah ini photo photonya Rui dan Haruto. Gimana, mirip gak?

Hiyoko Christmas Party

Hari Jumat ini jadi hari terakhir kelas Hiyoko di playgroup nya Rui (Hiyoko=anak ayam). Mulai minggu depan bakal masuk liburan musim dingin, dan baru masuk lagi pertengahan Januari nanti. Sebagai penutup tahun ini, Hiyoko ngadain Christmas Party. Para mama yang biasanya cukup ngantar sampai depan pintu, hari ini mama mama pun bisa masuk ke dalam kelas buat ngelihat pertunjukan gerak dan lagu anak anaknya. Photo anak anak yang lagi pentas aku sertakan di sini.

Tapi … kok Rui gak kelihatan? Sayang sekali Rui hari ini gak mau tampil. Ketika teman temannya pada “rela” dipasangin ikat kepala seperti tanduk rusa, Rui menolak dengan keras. Pas teman temannya pada pentas, Rui juga malah ngumpet di bagian belakang mama mama yang lagi nonton. Duh, aku sempat kecewa juga. Kok Rui gitu ya, kok selalu aja gak mau sama dengan teman temannya.

Rupanya gurunya Rui ngerti juga kalo aku rada kecewa. Trus beliau bilang gini ke aku, “hari ini mungkin Rui lagi nervous, ada mamanya datang ke kelas, dia malah jadi malu malu gak mau pentas. Biasanya kalo pas latihan dia bisa kok bareng nari dan nyanyi sama temen2nya. Tolong kalau nanti di rumah, Rui jangan dimarahi ya, walaupun sebagai mamanya merasa kecewa, Rui jangan dipojokkan. Lebih baik kasih pujian untuk hal hal lain, daripada memfokuskan pada ketidakbisaannya buat pentas bareng”.

Rada plong juga dada ini dengar kata kata gurunya Rui. Memang sih, kayaknya Rui itu gak punya rasa takut pada apa pun, tapi sebenarnya di dalam hatinya dia suka merasa gugup dan malu malu kalau menghadapi situasi yang agak berbeda. Dari pertama masuk playgroup ini, emang gurunya Rui udah sering bilang, kalau Rui maunya beda dengan teman temannya, jangan disalahkan, jangan dimarahi, beri saja pujian sebanyak banyaknya, dengan demikian dia gak bakal jadi rendah diri dan bisa menikmati bermain dalam kelompok.

Emang benar sih, yang namanya sifat atau bawaan anak khan gak bisa begitu saja dirubah. Benar benar PR serius buatku, soalnya kalau sudah kadung kecewa, aku khan cenderung menyalahkan daripada memuji.

Acara Christmas party hari ini ditutup dengan pembagian kado kecil untuk anak anak, isinya kartu bergambar. Aku lihat Rui bisa juga menunggu dengan sabar waktu pembagian kado. Pada akhirnya aku bisa kasih pujian juga buat Rui, karena dia sudah bisa menunggu dengan sabar. Kyou isogashikatta ne, demo Rui mo zuibun gambatta. Mata kondo gambarou ne (hari ini cukup sibuk dan melelahkan ya, tapi Rui sudah cukup berusaha. Lain kali pasti Rui bisa berusaha lebih keras lagi ya). Dan Rui pun mengangguk dengan senyum malaikatnya. Walah le…

Thursday, December 11, 2008

Happy Birthday

Hari ini Bapak-e Rui genap berusia 35 tahun. Artinya hari ini usiaku sama dengan dia, tapi hanya sampai tgl 30 aja, soalnya tgl 30 nanti gantian aku yang ultah dan umurku jadi genap 36 tahun. Hehe.

Buat kado ultah misua, aku kasih dompet buat ganti dompetnya yang udah bluwek saking tuanya. Dompet yang lama itu dia beli di Sarinah Plaza Jakarta, jamannya dia kerja di Indonesia, artinya sudah 15 tahun yang lalu. Bisa dibayangin khan gimana usangnya, wong warnanya aja udah gak jelas, coklat gak coklat, item gak item. Emang misua kalo punya barang bisa awet bertahun tahun (mirip aku juga), asal gak bolong dan bisa dipakai, pasti bakal terus dipertahankan.

Di postingan kali ini aku sertakan satu photo jadul, photo belasan tahun yang lalu, ketika kami berdua belum menikah. Wuah, nostalgia sekaleee. Aku dan misua masih sama sama kurus – lihat rambutku juga masih brintik forever, hahaha… mana lipstik nya merah banget kayak abis makan orang aja, sekarang mana kepikiran pakai lipstik merah membara gitu ya. Misua juga masih gondrong banget. Dan yang paling beda, kita berdua waktu itu masih rajin pakai contact-lens. Sekarang? Wuah, udah pada males dua duanya, udah laku ini, hihi.

Kenji san, otanjoubi omedetou. Itsuma demo naka yoku de itte ne.

Saturday, December 06, 2008

Yatta!!!

Terima kasih, Tuhan, sekarang sudah masuk usia 8 minggu. Hari Jumat kemarin dapat photo USG dari dokter kandungan, panjangnya 16,4 mm. Baru sebesar kacang tapi sudah cukup menjungkirbalikkan diriku. Sama kayak jamannya hamil Rui dulu, aku jadi merasa asing dengan tubuhku sendiri. Semuanya berubah. Dan yang paling ekstrim, daya penciumanku jadi sensitive tiada tara. Bahkan hal hal yang seharusnya gak punya bau khusus pun jadi terasa tajam di hidungku. Misalnya kubis aja jadi berbau seperti kentut (sorry…). Kapan hari aku ngerangkul anak perempuan teman di playgroup, yang masih umur 1,5 tahun aja tahu tahu aku mual sendiri “cantik cantik kok bau kuping sih”. Yang paling parah, bau minyak kayu putih aja sudah cukup bikin aku tersengal sengal. Padahal biasanya aku ini khan pencinta minyak kayu putih.

Malam hari di perut bagian bawah rasanya aku sudah bisa merasakan denyut kehidupan, tempat yang sama dengan Rui dulu suka berkedut kedut. Bobotku sekarang juga drop jadi 49 kg (persis sama dengan jaman hamilnya Rui). Perutku belum kelihatan buncit, tapi dada sudah menggelembung duluan. Untung aja rambutku pendek, cobak kalo panjang, bisa bisa jadi kayak Leak Bali kali.

Walaupun sekarang lagi mabok berat, gak doyan nasi, gak doyan roti, gak doyan apa apa… tapi kehidupan terus berputar. Masih harus ngurus Rui, bikin bento, dll. Bikin bekalnya Rui walaupun sambil nahan nafas, dan gak jarang setelah itu harus terbungkuk bungkuk di toilet… aduuuh aku benci muntah. (Bulan bulan kemarin rasanya sudah cepet pengen hamil aja, lupa bahwa hamil itu artinya harus mual mual juga. Wuah). Semoga masa masa mabok ini cepat berlalu.

Dari kantor pemerintah, aku juga sudah dapat satu set buku-ibu&anak. Isinya notes untuk pemeriksaan rutin ke dokter. Bukunya masih sama dengan bukunya Rui dulu, warna dan modelnya sama, yang berbeda, kalau pas Rui dulu kupon pemeriksaan gratis nya hanya 3 kali, sekarang jadi 5 kali. Lumayan…. Selain itu dapat gantungan kunci merah muda dengan tulisan “onaka ni akachan ga imasu” – ada bayi dalam kandungan. Biasanya sih aku sering lihat gantungan kunci gini tergantung di tas ibu ibu yang lagi hamil muda. Supaya orang di sekitarnya yang ngelihat tanda itu bisa lebih peka, misalnya dikasih tempat duduk walaupun dalam bus/ kereta padat penumpang, dll. Soalnya emang orang hamil muda khan gak kelihatan sih, wong perutnya belum gedhe. Tapi aku kok rasanya masih malu malu ya pakai gantungan kunci itu, ndak pengen dikasihani gitu, walaupun kalo pas mual2 rasanya juga setengah mati juga sih, hehehe…. Welcome to maternity life.

Wednesday, December 03, 2008

Sibuk

Belakangan ini cebuk terus. Mulai dari wawancara nya Rui di TK Akemi. Trus dua kali ikut acara makan siang bareng mama mama kumpulan playgroup. Lalu ke dealer mobil (sebentar lagi harus sayonara sama mobil March). Keluyuran nyari kado ultah bapak-e Rui. Ngider nyari kado Natal buat Rui untuk pesta Natal UFRA tanggal 23 nanti. Hunting dan ngirim osebou (bingkisan akhir tahun) buat mertua – kali ini kita ngirim kepiting. Lalu harus ke Makuhari buat memperbaharui SIM ku. Trus juga harus ke dokter, bolak balik dua kali….. Mabuk darat deh.

Friday, November 28, 2008

YangKung, Happy Birthday!

Hari ini bapakku ulang tahun. Setelah tinggal di negeri orang, setiap mudik selalu aja aku terheran heran melihat bapakku semakin tua. Di dalam benakku yang paling kuingat adalah wajah bapak ketika aku masih kecil. Bapak yang selalu kuanggap antik dan lucu, dengan kebiasaan kebiasaan yang rasanya gak berubah sampai sekarang.

Bapak senang sekali main sulap menggunakan jari jempolnya yang segedhe biji salak itu. Sekarang pun aku masih suka cekikikan kalo ingat gaya sulapnya, padahal bukan sulap yang istimewa tapi lucu. Sampai sampai Kenji san pun jadi ngefans sama sulapnya Bapak. Ada juga kebiasaan bapak yang rada nggilani, yaitu menyelipkan telapak tangan di ketiaknya, trus ketika ketiaknya menutup bisa menimbulkan bunyi berirama… Hahaha, dulu aku sebel banget denger nya. Tapi sekarang setelah jauh jadi bikin kangen.

Satu lagi yang khas dari Bapak, suaranya keras banget. Rasanya kalau lagi pidato di sekolah atau pas baca alkitab di gereja, bapak gak perlu loadspeaker deh, karena suaranya sudah menggelegar ke mana mana. Hehe.

Walaupun sudah semakin tua, tapi rasanya Bapak masih “perkasa” seperti dulu. Di rumah Jalan Dahlia ada meja makan gede dari kayu jati, kalau ada acara dan perlu nggeser posisi meja makan, seingatku bapak gak pernah minta bantuan buat ngangkat meja. Sampai sampai kita pernah ngasih julukan “hulk” ke Bapak. Kayaknya sampai sekarang kalo urusan “angkat berat” bapak masih perkasa.

Saat ini sebenarnya Bapak sudah masuk masa pensiun, tapi syukurlah Bapak masih “dipekerjakan” di sekolah. Dasarnya bapak itu orangnya aktif dan suka kegiatan organisasi (sayang sifat ini gak nurun sama sekali ke aku), walaupun cukup makan waktu dan tenaga, tapi pekerjaan ini sungguh cocok buat Bapak.

Akhir kata dari Rui, “happy birthday, Yangkung”. Semoga selalu sehat dan “perkasa”, dan dianugerahi kebahagiaan selalu. Pesan khusus dariku “lek nitih sepedah motor ati ati, ojok banter banter… “.

Sunday, November 23, 2008

Pohon Terang

Kecepetan? Emang sih sekarang masih bulan November, tapi mumpung bapak-e Rui ada di rumah gitu, minggu ini kita gotong royong masang pohon terang. Rui udah lebih ngerti, jadi dia gak terlalu ngerepotin kita. Hanya emang Rui punya “selera” sendiri waktu masang ornament Natalnya. Lha mosok hampir semua bola bola digantungin di tempat paling bawah. Dan dia ngamuk berat waktu bola bola nya mau tak pindahin sebagian ke atas. Yo wes lah, wong boss cilik maunya gitu, tapi dilihat lihat kok ya jadi lucu juga, bola bola nya pada bergelantungan di bawah.







Friday, November 14, 2008

MickeyLand!!

Hari Kamis bapak-e Rui libur, dan kita cabut ke MickeyLand! Musim panas yang lalu kita sudah ke Disney Sea, jadinya masuk musim dingin tahun ini, giliran kita ke DisneyLand. DisneyLand lebih rame dibandingin Disney Sea, tapi kita masih berharap Land gak bakalan terlalu rame karena kemarin itu khan hari kerja. Tapi ternyata kita salah duga, Land ruame banget, uyel-uyel an koyok pasar krempyeng. Heran abis, kok kayak hari libur gini. Ternyata setelah nguping sana sini, baru ketahuan kalo Kamis kemarin Kenmin Day nya kota Saitama (kenmin day = semacam hari jadi kota gitu. Jadi kemarin sekolah2 di Saitama pada libur).

Wuah, DisneyLand jadi luber pengunjung deh. Parkir mobil kita juga dapat tempat yang lumayan jauuuh. Habis gitu di area dalam rame banget. Mosok mau beli popcorn aja kudu ngantri 15 menit. Akhirnya biar enak, kita mencar. Rui dan bapak-e ngantri ke atraksi atraksi yang mendebarkan, macam jet-coaster, star-jet, dll. Sedang aku ngantri beli makanan.

Walaupun rame banget, tapi lumayan banyak juga atraksi yang bisa kita kunjungi. Rui juga bisa kita bujuk buat ngantri, wes pokoknya ada popcorn dan permen aja Rui bisa dikelabui kok. Hehe. Tapi ya gitu, karena kebanyakan makan yang manis dan terlalu exciting, kemarin Rui gak terlalu punya nafsu makan. Padahal aku dan bapak-e bolak balik kelaparan terus, hawanya lagi enak sih, gak terlalu dingin gak terlalu panas, dan lagi di mana mana tercium aroma makanan yang bikin perut keroncongan aja.

Kita habisin waktu di DisneyLand sampai larut. Lumayan, kita bisa lihat electrical parade dan pesta kembang api. Hari Jumat ini, playgroup nya Rui libur karena gurunya ada rapat. Jadi bisa nyantai, walaupun Kamis nya kecapekan dolan tapi Jumatnya bisa bangun telat, dan aku gak ada kewajiban bikin bento.

Pulang dari Land, Rui ngoceh terus. Rumah hantu (Haunted Mansion) menakutkan, katanya. Hehe. Dulu udah pernah lihat atraksi ini, tapi belum ngerti takut. Ee… rupanya sekarang Rui udah kenal kata takut. Walaupun ketakutan (sampai tangannya dingin lho waktu lihat Haunted Mansion, Snow White`s Advantures, Pirates of the Caribbian, dll) Rui gak sampai nangis atau minta keluar sebelum waktunya. Memang rasa ingin tahunya mengalahkan rasa takut ya.

Oh ya, DisneyLand dekorasi nya udah Christmas banget. Walah, padahal masih bulan November gini. Natal serasa sudah di ambang pintu deh.

Wednesday, November 12, 2008

Anniversary

Hari ini genaplah 9 tahun pernikahan kami.

Menu makan malam hari ini rada istimewa. Aku bikin meat-loaf with white sauce, baked potato with butter, dan tumis kailan ayam jamur. Rencananya mau beli kue tart juga, tapi batal karena rasanya menu hari ini sudah tinggi banget kalorinya. Yang jelas Rui dan bapak-e girang banget ngelihat segunduk daging yang dipoles dengan saus putih (mayoneise dan susu). Wess pokoknya dua orang itu ber-DNA sama, sama sama suka mayoneise.

Di photo hanya keliatan Rui dan bapak-e. Aku gak ikut nampang, wong kumus kumus selesai masak, males mau dandan lagi. Malam ini aku juga makan lumayan banyak. Gak peduli deh besok timbangan pasti naik, masa bodoh, setahun sekali ini. Hehe.


Nb. Makasih YangKung buat telpun nya. Komentar Kenji san, “bapak, sehat sekali ya, suaranya terdengar sangat lantang”. Hihihi…

Hasil Karya Rui

Dulu waktu aku masih bujang dan egois, aku sama sekali gak ngerti indahnya hasil karya anak kecil. Tapi setelah punya Rui, rasanya aku lebih manusiawi deh. Apalagi kalau lihat gambar atau pekerjaan tangan yang dibuat Rui. Walaupun urek-urekan gak jelas wujudnya, rasanya kok full ekspresi dan padat dengan misteri, yang mengundangku untuk bertanya, untuk pengen tahu imajinasi apa yang ada di kepala Rui.

Rabu ini Rui membawa pulang hasil karyanya dari playgroup. Kertas lipat origami yang dengan bangganya dipamerin ke aku. Langsung deh aku puja puji “wuaduh, bagusnya… Rui pinter bikin hantu ya”. Gak taunya Rui langsung protes “bukan! Ini bukan hantu, tapi anjing!”. Aku langsung deh ngakak. Lha wong biasanya dia itu sukanya sama hantu dan monster, kok tumben hari ini imajinasi nya lain. Tapi bener juga, waktu tak amati lagi, di lembar origami nya ada coretan mulut dan lidah yang menjulur keluar. Yo bener, yang namanya anjing khan seneng melet melet. Hihi.

Photo di bawah, dokumentasi bento minggu kemarin dan Rabu ini. Sebenarnya dokumentasi bento itu pengen tak pisahin aja di blog tersendiri. Cuma rasanya kok belum punya waktu buat buka blog baru lagi. Wong pengangguran gini lho, tapi kok ya belakangan ini rasanya adaaa aja kerepotannya.

Monday, November 10, 2008

Urusan TK

Hari Kamis minggu yang lalu, aku masukkin formulir pendaftaran Rui ke kantor Pemda Urayasu. Aku daftarin Rui ke (pilihan pertama) TK Akemi – yg deket rumah dan (pilihan kedua) TK Irifune. Sama orang Pemda dikasih tahu seandainya nanti yang ndaftar melebihi kapasitas, semua calon murid bakal diundi, jadi gak tentu bisa masuk ke TK yang mana.

Wadoh. Jadinya aku H2C terus (harap harap cemas). Repot kalo ternyata nanti harus masuk ke TK Irifune, jauhnya itu lho… iya kalo pas hari cerah gak bakalan masalah, tapi kalo pas lagi dingin, berangin atau hujan khan malez nganter jemputnya. Apalagi TK sini mana boleh ngantar-jemput pakai mobil.

Trus hari Senin ini, barusan aku tengok website nya Urayasu City Board of Education. Ada pengumumannya di sana. Hasilnya, lowongan yang tersedia di TK Akemi 140 murid, sedang jumlah formulir yang masuk 87 lembar. Yippie!!! Berarti gak ada undian. Bisa dipastikan Akemi bakal jadi TK nya Rui nanti.

Walaupun gitu, tanggal 28 November ini (wuah, pas ultahnya YangKung nih), kita masih harus ikut interview di TK yang bakal Rui masuki. Sepertinya interview nanti gak bakalan seketat interview TK private yang kita jalani bulan yang lalu. Walaupun gitu aku gak mau grusa grusu lagi deh, semua nya harus lebih dipikirkan dengan matang. Siapa tahu nanti kita ditanya tanya lagi, harus latihan ngejawab yang baik dan benar nih.

Wish me luck.

Wednesday, November 05, 2008

Sport-Day

Hari ini ada acara perlombaan2 atau Sport-Day (Undokai) di playgroup nya Rui. Sialnya kameraku ketinggalan di rumah, alhasil aku cuma bisa ngambil photo dari handphone. Wes gak main kok. Hasilnya gak maksimal sama sekali. Yang aku pajang di sini tak pilih yang terbaik aja.

Di photo Rui lagi semangat tarik tambang sama temen temennya. Lihat deh, semua temen2 nya pada pakai topi, hanya Rui ku seorang yang kepala-batu nggak mau sama dengan teman temannya.

Rui tadi lumayan banyak kemajuan. Bisa berpartisipasi dalam kelompok, nari bareng, lari estafet dan tarik tambang. Anak anak tadi dibagi jadi 2 kelompok, kelompok putih (pakai topi putih) dan kelompok kuning (pakai topi kuning). Rui masuk kelompok kuning. Lari estafet nya yang menang kelompok putih, sedang tarik tambang nya yang menang kelompok kuning.

Kayaknya hari ini benar benar menguras tenaga Rui. Pulang, begitu sampai rumah dia langsung teler di meja makan. Susunya sampai belum tersentuh. Padahal biasanya pulang playgroup dia minum susu segelas. Capek banget ya….

Tuesday, November 04, 2008

Rui`s Room

Rui gak jadi masuk TK private, padahal bapak-e sudah nyiapin duit pendaftaran – sok pede banget gak sih, malu… hihi. Akhirnya kita ambil keputusan anggaran duit pendaftaran itu kita pakai buat beliin Rui tempat tidur aja (kata misua, untuk daftar TK pemerintah gak perlu anggaran besar). Yo wes lah, hari Senin kemarin, pas hari libur tanggal merah di sini, kita meluncur ke IKEA.

Udah lama kita pengen beli tempat tidur anak di IKEA. Tapi biasalah bapak-e Rui kalo mo beli apa apa khan mikirnya lama. Selama ini kita masih tidur barengan bertiga, tapi lama lama sumpek juga, wong Rui gaya tidurnya tambah dahsyat aja, kadang sampai kakinya bisa nangkring di leherku. Seringnya sih aku trus milih pindah ke kasur cadangan di bawah aja.

Di IKEA, kita pilih bed merk Kura. Bed ini sistemnya bongkar pasang. Bagian kasurnya bisa ditaroh di atas atau di bawah. Sekarang ini kita pasang bed nya dengan posisi kasur di bawah, dengan pertimbangan kalo kasurnya di atas, pasti Rui tertantang untuk terjun bebas (nyengir). Nanti seandainya dia lebih gedhe, baru kita balik kasurnya di atas. Kalo kasurnya berada di atas, bawahnya bisa kita pasangin meja belajar, atau seandainya Rui punya adik (semoga ya), bagian bawahnya bisa dibeliin kasur lagi buat adiknya.

Mebel di IKEA emang harganya lebih miring dibanding dengan mebel produksi perusahaan lokal Jepang. Tapi yang nyebelin ongkos kirim di IKEA terhitung mahal. Bapak-e Rui ogah bayar ongkos kirim, jadi bed nya Rui kita bawa pulang sendiri. Kita pinjem mobil Jiji san (kakeknya Rui) yang walopun gak gedhe2 amat, tapi masih muat lah daripada kalau kita pakai mobil sendiri. (Sempat merenung juga, wong bapak-e Rui itu sangat perhitungan dengan urusan duit, lha kok kita sempat punya pikiran mau masukkin Rui ke TK private segala, yang pasti butuh biaya lebih. Yach, emang jalan kita bukan ke situ. Tuhan sudah kasih jalan yang terbaik buat kita).

Sampai rumah langsung deh Rui dan bapak-e nguplek di kamar masang bed. Rui sih maunya mbantuin, hepi banget deh dia lihat tumpukan papan tipis dan kayu. Bapak-e sempet ngamuk waktu ada mur kayu yang nyelip karena dipakai mainan Rui. Untung bisa ketemu lagi, kalo ilang khan males tuh kudu ke IKEA lagi.

Rui kayaknya seneng punya tempat tidur sendiri. Sayangnya tengah malam, dia masih nyusul ke kamar kita. Akhirnya ganti aku yang pindah ke kamarnya dia, males deh desek desekan bertiga sama Rui dan bapak-e. Moga moga aja nanti kalo Rui sudah terbiasa dengan kamarnya, dia mau bobok sendiri.

Photo di bawah, yang kiri aku ambil dari website nya IKEA, itu gambar kalo posisi kasur ada di atas. Sedang photo yang kanan, photo kamarnya Rui yang masih keliatan rapi dan kinclong – gak tahu lagi deh beberapa hari lagi pasti bakal berantakan.

Sunday, November 02, 2008

Gak Lolos

Hari Minggu siang ini kita dapat surat pemberitahuan dari Gyosei, TK private yang kita incar selama ini. Hasilnya, gak lolos. Yaah…. Rada kecewa juga sih, tapi emang untuk program pendidikan 2 tahun terbatas lowongannya. Bisa jadi kalau Rui kita daftarin tahun kemarin (utk program 3 tahun) kemungkinan besar masih banyak peluang. Ya sutra lah, emang gak jodoh. Artinya kita harus cari cari lagi TK buat Rui.

Yang peluangnya masih terbuka tinggal TK pemerintah aja. Kalau bisa sih mau tak masukkin ke TK Akemi, dengan pertimbangan jaraknya paling deket dari rumah. Cuma masalahnya rumahku ini (daerah Takasu), bukan perioritasnya Akemi. TK Akemi perioritasnya untuk masyarakat yang tinggal di daerah Akemi. Sedang perioritas untuk daerah Takasu ada di TK Irifune. Wuah, kalo TK Irifune khan lumayan jauh dari rumah. Gak tahu deh, gimana nantinya. Pokoknya bulan ini kita coba daftarin di Akemi, moga moga bisa keterima.

Sekarang aku mau sedikit cerita tentang acara interview di TK Gyosei hari Sabtu kemarin. Yah, siapa tahu bisa jadi bahan masukan buat yang mau masukkin anak anaknya ke TK private di Jepang.

Hari Jumat waktu aku ngantar Rui ke playgroup, dua kali aku lihat ada rombongan keluarga yang kayaknya barusan pulang interview dari Gyosei (emang jadwal interview nya dibagi 2, hari Jumat dan Sabtu. Kebetulan aku dapet yang hari Sabtu). Semua pada dandan formal banget, pake jas item item gitu. Aku langsung rada grogi, mikir kostum buat interview. Bukan soal bajuku, karena walaupun aku belum punya setelan jas item, tapi khan bisa pakai celana panjang kain warna abu abu dan kemeja putih, khan sudah kelihatan formal. Kostum nya suami, aku juga gak kuatir, wong dia juga punya jas resmi juga. Yang aku pikir kostum nya Rui. Lha dia mana punya baju formal. Beberapa waktu yang lalu sudah rundingan sama suami, trus kita putusin buat Rui gak perlu lah formal2 banget, asal pakai celana item dan kemeja berkrah yang warnanya kalem khan sudah cukup. Tapi Jumat itu begitu lihat kostum nya anak2 yang interview di Gyosei, kok rasanya jadi gak pede. Baju yang aku rencanakan buat Rui rasanya kok terlihat sederhana banget.

Sempat nelpun2 suami yang masih kerja di luar kota, ngomongin soal itu. Tak bilang anak anak lain pada dipakaiin rompi ato jas resmi, malah ada yang pakai dasi kupu2 segala. Tapi trus suami bilang, sudahlah bajunya Rui seperti rencana semula aja. Mau beli dadakan juga sudah mepet waktunya, dan biasanya Rui suka rada susah kalau dipakein baju yang lain dari biasanya. Yo wes lah, sluman slumun slamet.

Sabtu pagi pagi kita jalan kaki sampai ke Gyosei. Wuah, ternyata bener juga, hari ini semua pada dandan formal abis. Yang pakai kemeja biasa hanya Rui dan satu lagi anak laki laki yang bapaknya bule. Wes dari pertama kita udah gak pede deh. Kayaknya semua udah siap mental gitu, sementara kita berdua hanya bisa cengar cengir.

Waktu interview dimulai, ternyata gak dilakukan per keluarga, tapi dikelompokkin per 5 keluarga. Kita masuk kelompok pertama. Langsung dimasukkin ke ruangan perpustakaan, di sana sudah siap kepala sekolah (kepsek) dan gurunya. Di ruangan ini kita juga tambah panas dingin, soalnya Rui sama sekali gak mau duduk di tempat yang sudah disediakan. Biasaa… anak itu khan suka “inspeksi” kalau memasuki tempat yang baru. Jadi dia ngider melulu, aku sampe keluar keringat dingin berusaha mbujuk dia supaya mau duduk manis. Anak2 lain? Wuah, pada manis manis… kayaknya sudah banyak dilatih ya sebelumnya. Trus interview dimulai.

Pertama kepsek nanya ke anak anak, berturutan: namanya siapa, umur berapa. Lalu pertanyaan yang gampang, kayak suka makan apa, suka binatang apa dll. Berikut ini wawancara antara kepsek dan Rui (yang waktu itu setelah dipaksa paksa, mau juga duduk, tapi di pangkuan bapak-nya bukan di kursinya sendiri).

Kepsek : “Namanya siapa?”
Rui : “Rui”
- duh, padahal anak2 lain udah bisa nyebut nama lengkap dng family name nya

Kepsek : “Umurnya berapa?”
Rui : “Segini (sambil nunjukkin 3 jari)”
- duh… duh….
Kepsek : “Oh tiga tahun ya. Rui, suka makanan apa?”
Rui : “Nasi putih”
- hihihi, emang bener sih.

Kepsek : “Rui suka mainan apa?”
Rui : “Balok” (balok lego maksudnya)
- ehm… lumayan, kalo suka main balok khan kedengarannya intelek.
- Hihi, ini mah pendapat pribadi mamanya Rui.

Kepsek : “Rui, di rumah punya binatang peliharaan?”
Rui : “Punya”
- aku & suami saling melirik, wong di rumah gak melihara binatang kok.
Kepsek : “Melihara binatang apa?”
Rui : “Gajah!!”
- whoaaa, semua pada ngakak. Wes raiku abang ireng.

Interview nya Rui bisa dibilang lancar. Walaupun ada jawaban yang tergolong ajaib, tapi ya namanya juga anak anak. Masih lumayan lah Rui bisa jawab. Anak laki laki yang dapat giliran setelah kita, malah gak mau jawab sama sekali, kepalanya disembunyiin terus di pangkuan mamanya. Syukur juga Rui bisa jawab waktu ditanya namanya. Sudah agak lama dia kalo ditanya namanya, jawabannya selalu “onichan” artinya kakak lelaki (padahal adiknya juga belum dapet dapet tuh, hihi). Sebulanan ini aku latih terus, kalau ditanya nama, jawab Sasai Rui ya, walaupun hasilnya di depan kepsek dia hanya bisa sebut nama panggilan aja, tapi aku anggap lumayan lah.

Pada akhirnya yang belepotan aku sama bapak-e Rui. Di pikiran kita sudah penuh dengan hal Rui aja, deg deg an bisa lancar gak nanti Rui njawab pertanyaan. Akibatnya kita blas lupa bahwa interview itu juga nyangkut orang tua segala. Dan kita gelagepan waktu tahu2 kepsek nanya ke kita, “apa sih prinsip kalian dalam mendidik anak”. Ha…ah! Kita berdua jadi pandang pandangan dengan mesra… eh, enggak dhing, dengan kebingungan tepatnya. Akhirnya bapak-e Rui terbata bata (sembari mikir) njawab pertanyaan itu “prinsipnya… anu.., pokok-nya kita gak mau membatasi Rui, apa yang dia lakukan, asal tidak berbahaya dan tidak merugikan orang lain, kita bebaskan Rui berkreasi”. Walah… grogi banget. Mana kita dengar juga jawaban dari para ortu yang lain, wuih semua pada bisa menjawab dengan sempurna.

Kita awalnya pada belepotan gitu, jadi pertanyaan berikutnya jadi kesandung sandung rasanya. Aku berasa jadi pucat dan mau pingsan rasanya, waktu ada pertanyaan, “sebagai ortu kelebihan apa yang kalian temui dari anak anak kalian”. Ortu yang lain pada bagus bagus jawabannya, ada yang njawab “anak saya sangat suka tersenyum. Dengan senyumnya saya bisa mendapat energi lebih menghadapi kehidupan ini”. Ada lagi yang njawab “anak saya begitu memperhatikan orang lain, setiap ketemu orang tidak lupa mengucapkan salam”. Huuuahh. Kita berdua panik berat, apa nih kelebihannya Rui. Aneka pikiran bersliweran dalam otak kita. Akhirnya bapak-e Rui hanya njawab singkat aja “anak saya sangat aktif”.

Wes keluar dari ruang interview kita rasanya capek dan lemes banget.

Selesai interview, kita berdua digiring balik ke ruang tunggu. Sedang Rui dimasukkin ke kelas bersama anak anak yang lain untuk diamati tingkah lakunya. Was was juga kita, takut kalo nama kita dipanggil seandainya Rui nangis. Tapi ternyata gak ada masalah, padahal waktu pengamatan lumayan lama, satu jam.

Ketika Rui sudah diantar ke tempat kita kembali, aku tanyain dia, tadi disuruh apa aja. Rui jawab, dikasih crayon trus disuruh nggambar. Aku tanya lagi, dia nggambar apa. Rui jawab, nggambar monster!! Walah, anakku… anakku… kok jawabannya selalu ajaib.

Akhirnya ya gitu deh, Sabtu malam kita tidur dengan harap harap cemas nungguin hasil interview. Aslinya kita udah gak pede banget, pasrah. Dan ternyata emang hasilnya gak lolos. Kesimpulan akhirnya, kita jadi belajar juga dari pengalaman ini, dalam hal apapun, jangan sampai lupa untuk mempersiapkan diri sendiri untuk menghadapi hal hal tak terduga. Selama ini kita terlalu fokus sama Rui aja, Rui bisa anteng gak, Rui begini, Rui begitu… padahal seharusnya kita sendiri juga harus lebih bisa mempersiapkan diri.

Friday, October 31, 2008

Lunch box

Jumat ini pertama kali nya Rui gak berlinang air mata waktu masuk playgroup. Padahal di rumah masih merengek rengek, gak mau sekolah katanya. Sepanjang jalan sampai ke tempat tujuan pun kupingku masih harus jadi tebal ndengerin Rui yang ngomong diulang ulang kayak burung beo – “gakkou iya, gakkou iya” (=ogah sekolah). Tapi begitu sampai depan kelas sudah nyombong (guayamu le… le…) “mama bye bye” trus ngeloyor masuk begitu aja.

Lunch box minggu ini, hari Rabu aku bikinin daging gulung isi wortel, salad kubis & okura, buahnya apel, nasinya dibentuk bulat dikasih hiasan kamaboko (bakso ikan) bentuk bintang.
Hari Jumat aku bikin daging gulung isi brokoli (lagi demen menggulung gulung nih), salad mentimun mayoneise, buahnya mini tomato, nasinya dibentuk jadi “makkuro kuro suke” – mahluk kehitam hitaman yang muncul di film anime My Neighbor Totoro.

Oh ya, postingan ini sekalian buat ngejawab pertanyaan dari Niken kapan hari : “kalau bikin bento gitu butuh waktu berapa lama?”.

Biasanya sih malam sebelumnya aku udah ngerancang rancang, besok lunch box nya mau dibikin kayak apa. Soalnya aku paling gak bisa kalo dadakan, namanya juga masih pemula kalau gak dipikir sebelumnya, pagi bangun tidur pasti gak ada ide sama sekali. Trus lauknya juga sebagian sudah aku siapin. Misalnya nih, Jumat ini aku pengen bikin daging gulung isi brokoli, Kamis malamnya dagingnya sudah aku bumbui, digulung gulung, dibalur tepung Panko, jadi Jumat pagi tinggal nggoreng aja.

Trus lagi seandainya aku mau bikin karakter-bento, yang nasinya dibentuk jadi muka senyum, dll, biasanya malam sebelumnya aku sudah siapin “parts” nya, nyemplongi keju tipis atau lembaran rumput laut jadi mata, hidung, mulut, dll. Jadi pagi nya tinggal nempel2 aja.

Aku juga gak khusus sediakan waktu buat bangun lebih pagi. Sudah jadi kebiasaan (ada atau gak ada playgroup) jam 6 pagi mataku sudah melek. Bangun juga gak langsung ngapa-ngapain. Seringnya sih bengong duluan di sofa, habis gitu bikin teh manis ato kopi buat diri sendiri, trus mainan Nintendo (lagi tergila gila sama doubutsu no mori, hehe), habis gitu jam 7-an baru mulai beraktivitas deh. Masak nasi, bikin sarapan, atau bikin bento nya Rui.

Sebenarnya sih kalau ditelusuri, aku tuh bikin bento macem macem gitu alasannya bukan Rui aja. Wong anak itu sebenarnya kalau moodnya bagus, apa aja dimakan kok. Cuma karena orang jepang punya budaya menyusun menu bento biar enak dilihat, trus seandainya bentonya Rui terlalu sederhana rasanya kok kasian juga. Eh, bukan kasian dhing, kitanya aja yang malu, soalnya guru guru dan temannya Rui khan juga ngelihat bentonya Rui. Hehe. Dasar pertamanya karena aku gak mau malu, tapi lama lama jadi asyik juga. Selama ini aku juga belum pernah bikin bento original yang murni ide ku sendiri, biasanya sih ngejiplak ide dari buku2 menyusun bento. Sekarang sih belum kepikiran buat bikin ide sendiri, wong ngejiplak aja juga sudah repot. Mungkin di masa depan kali ya, kalau aku sudah terbiasa dengan urusan perbentoan ini, bisa punya ide sendiri. Lho, siapa tahu nanti nanti aku ada ide buat bikin bento yang bernafaskan Indonesia, nasi kepal dibentuk jadi becak misalnya, ato sayur rebus dikasih motif ukiran… wuikk!!

Friday, October 24, 2008

Budaya Bento

Sebelum tinggal di Jepang, aku gak tahu bahwa di negara ini ada budaya bento. Bekal makan siang gak hanya diisikan begitu aja dalam lunch box, tapi disusun apik supaya sedap dipandang. Terlebih untuk bento bekal anak kecil, orang Jepang terasa njelimet banget. Gak heran deh kalau di toko buku pun banyak pilihan buku2 menata bento untuk anak kecil.

Aku baru pemula dalam urusan per-bento-an ini. Referensi ku kebanyakan dari buku, internet dan pengalaman yang baru secuil. Angan angannya sih selangit, pengen bikin bento yang lengkap, bermotif karakter yang Rui suka, dan menu yang seimbang gizinya. Kenyataannya… wuah jauh deh dari angan angan. Namanya juga masih “baru” ya, kalau Rui berjuang beradaptasi dengan grup barunya, aku pun berjuang (dan bereksperimen) dalam membuat bento.

Peralatan prakarya bento ku, sebagian aku pajang di photo sebelah. Ada alas bambu untuk bikin norimaki (sushi roll), trus aneka cetakan kue kering (berguna sekali buat nyetak kroket, wortel/ labu rebus jadi aneka bentuk) dan cemplongan nori (nori = rumput laut yang berbentuk lembaran tipis seperti kertas). Dengan adanya cemplongan ini, mataku gak perlu jereng-an dan buang waktu lagi buat nggunting2 nori jadi mata, mulut, dll.

Selama ini kalau bikin onigiri (nasi kepal) aku masih manual, gak pakai cetakan macem macem, selain karena belum punya, juga bentuk onigiri ku masih standard kalau gak bentuk segitiga, ya bulat, atau bunder biasa. Biasanya sih nasi aku bungkus pakai plastik wrap trus di-enyet enyet jadi bentuk yang kita inginkan.

Sejak bikin bento ini, aku jadi lebih ngerti menu favoritnya Rui. Dia itu suka kalau ayam dibumbui saos tomat, suka bayam rebus yang ditumis pakai mayoneise, suka niku-danggo (bakso) yang dibumbu manis pakai soyu (kecap asin) dan mirin (rice wine dengan kadar alcohol rendah). Kebalikannya Rui gak begitu suka dengan telor. Paling banter dia bisa makan telor rebus, tapi putihnya aja, kuningnya pasti disisain. Karena itu aku jadi muter otak, kalau mau masukkin menu telor rebus di bentonya, kuningnya aku campur dengan nasi kepal. Atau kalau bikin telor dadar, dadarnya dicetak kecil jadi aneka bentuk, barulah dia mau makan telor.

Trus lagi, belakangan ini porsi bento nya agak aku kurangi, gara gara kapan hari Rui disetrap gurunya, gak boleh pulang sebelum bentonya habis dimakan semua. Aku sampai lamaaa nungguin dia gak nongol2, gak tahunya Rui lagi berjuang menghabiskan bento. Ternyata anak kecil itu gak selalu konsisten ya, kalau di rumah dia banyak makan, belum tentu di playgroup dia juga banyak makannya. Pertama pertama emang aku bikin bento porsi dikit, trus pas hari Rui disetrap itu, porsi nasinya aku samakan dengan porsi nasi yang biasa dia makan di rumah, eee… gak tahunya kebanyakan. Daripada nanti Rui stress kalau disetrap gurunya lagi, yo wes lah, minggu ini porsinya aku kurangi lagi. Nanti kalau dia sudah adaptasi dengan lingkungan barunya, baru porsi nya aku tambahi lagi.

Photo di bawah ini dokumentasi bento minggu ini.


Ps. Postingan ini aku dedikasikan buat Susan (bahasane rek, dedikasi… hihi), yang kapan hari ninggalin komen pengen tahu tentang bento ku. Maaf sekali baru sekarang aku jawab, dan sayang sekali aku belum bisa kasih penjelasan step by step buat bikin sushi roll, dll. Mungkin lain kali aku bisa posting lebih lengkap lagi ya.

Friday, October 17, 2008

Dokumentasi bento

Minggu ini seperti biasa jadwal playgroup nya Rui 2x, Rabu sama Jumat. Kapan hari aku sempat mbatin, kok lagi banyak anak batuk pilek ya di playgroup. Resikonya kalau sudah rutin ikut perkumpulan kayak gini, anak lebih gampang tertular penyakit. Bener juga, minggu kemarin Rui pilek. Karena badannya gak panas, dia tetep bisa masuk playgroup. Minggu kemarin tak ajak ke dokter, dapat obat segepok, begitu pileknya ilang, eee… minggu ini ganti batuk yang menyerang. Wes, kayak langganan aja, seminggu sekali ke dokter. Moga moga aja kali ini batuknya Rui juga cepet sembuh.

Dokumentasi bento minggu ini aku pajang juga. Hari Rabu, tak bikinin norimaki (nasi gulung, tengahnya dikasih kamaboko – bakso ikan), lauknya asparagus gulung daging, pencuci mulutnya tomat dan brokoli rebus. Hari Jumat, tema bento nya obake (=hantu) – khan lagi suasana Halloween, hehe. Nasinya tak bentuk jadi hantu putih, lauknya sosis goreng, pencuci mulutnya tomat, mentimun dan salad labu yang dihias jadi monster labu.

Hari Rabunya selama Rui playgroup aku keluyuran aja deket deket rumah. Sedang hari Jumat aku habiskan waktuku buat pijat. Aku ambil paket 80 menit, lumayan lama, selesai pijat badan serasa benjut. Sudah lama banget gak pijat. Eh, ternyata tukang pijat Kediri dan Jepang berkomentar sama, mereka bilang badanku itu keras, mijitnya perlu tenaga ekstra, hehe, aku masih keturunan Gatot Kaca kali ya, otot kawat balung wesi….

Friday, October 10, 2008

Piyo-piyo Bento

Keterangan. Piyo piyo = suara/ bunyi anak ayam.

Bekal makan siang Rui hari ini tema nya “piyo piyo”. Dari pagi aku udah nguplek di dapur bikin “pekerjaan tangan”, duh bikin bento kecil kecil gini ternyata makan waktu juga. Nasinya aku campur dengan kuning telor, trus dibentuk bulat biar terlihat kayak anak ayam yang baru menetas. Lauknya kroket ikan salmon. Pencuci mulutnya seiris apel.

Sedang menu makan siangku, seperti yang terlihat di photo bawah ini.
Lho, kok ada bakso? Ada rendang? Lontong? Pecel?…. Hehehe, hari ini diundang Heni, tetangga deket rumah, makan di rumahnya. Jadi menunya Indonesiah sekalee deh. Itu aja opor ayam, lemper dan nastar nya gak ikut kephoto. Sayang aku harus buru buru pulang siangnya, karena waktunya jemput Rui di playgroup.

Oh ya, hari ini aku lumayan lama ngobrol sama gurunya Rui. Waaa…ah ternyata Rui masih ketinggalan banget dibanding teman temannya yang udah masuk sejak April lalu. Komentar sensei, Rui jago banget kalo main bebas – mainan balok bikin robot2an, main puzzle, dll, tapi dia masih susah kalau diajak main dalam group. Masih belum bisa mengerti kalau main bareng itu artinya harus ikut rule, peraturan main. Misalnya aja kalau diajak lari estafet dalam group, Rui masih belum ngerti bahwa yang lari harus giliran. Lha dia begitu gurunya bilang “start”, eee… Rui udah langsung ikut lari, padahal belum giliran nya Rui untuk lari.

Trus kalau pas makan bersama, seringnya Rui gak bisa tenang di tempat duduknya. Emang sih, hal itu selalu jadi masalahku. Selama ini kalau Rui udah beranjak dari kursinya, padahal makanannya belum habis, pada akhirnya selalu aku suapin aja, biar cepet selesai gitu. Dampaknya di playgroup Rui juga berlaku begitu. Dipikirnya kalau dia gak habisin pasti nanti ada yang nyuapin, padahal di playgroup semua khan harus makan sendiri, gak ada acara suap suapan. Sensei ngasih saran, supaya di rumah pun aku bisa tegas, kalau Rui sudah mulai beranjak dari kursi makan, ya sudah beresi aja makanannya, dan jangan disuapi. Dengan begitu lama lama Rui bakal ngerti, bahwa dia harus bisa makan sendiri. Iya sih, kayaknya mulai sekarang aku harus disiplin sama Rui, repot kalau tahun depan dia masuk TK, di TK nanti semua khan harus makan sendiri.

Satu hal yang bikin kaget aku, ternyata sensei nya Rui pernah tinggal di Jakarta, dan bisa bicara bahasa Indonesia pula. Wuah… gak sangka. Kapan hari waktu Rui salim sama sensei, beliau khan kelihatan kaget, kagetnya bukan karena tangannya dicium sama Rui, tapi beliau kaget “lho, kok rasanya pernah lihat orang salim model gini di Indonesia”. Emang sih pertama aku gak ngomong kalau aku orang Indonesia. Trus sensei juga gak nanya, dia hanya nebak2 aja, mamanya Rui kalau gak orang Philipine ya orang Korea deh. Hehe, tebakannya meleset semua deh. Rabu kemarin aku pernah nulis memo ke sensei, asalku dari Indonesia, jadi Rui kadang2 nyelipin bhs Indonesia dalam percapakapan bahasa jepangnya. Dari situlah sensei baru ngeh kalau aku orang Indonesia. Ya syukurlah kalau ternyata sensei juga bisa dikit2 bahasa Indonesia. Paling gak kalau Rui ngomong “pipis” “buang” atau “buka” sensei bisa ngerti. Hehe.

Wednesday, October 08, 2008

Kali kedua

Hari Rabu ini, kali kedua Rui ikut playgroup. Sudah gak pakai acara uber-uber-an di halaman lagi, tapi Rui masih kayak segan aja, waktu aku sudah sapa gurunya, Rui malah sembunyi di balik pilar pintu. Dipanggil juga hanya geleng geleng. Ya sudahlah hari ini gurunya juga harus nggendong Rui dengan paksa masuk ke kelas. Kagum juga deh sama ibu guru ini, kayaknya sudah lumayan tua, tapi kuat bener megangi anak yang lagi berontak. Hehe.

Di bawah ini aku ambil photonya o-bento (lunch box) nya Rui. Isinya, norimaki (nasi gulung rumput laut), lauknya karaage (ayam goreng tepung) dan pencuci mulutnya mini-tomato plus mentimun. Semuanya habis licin. Wah, setiap Rabu dan Jumat aku jadi ada PR nih, mikir menu buat o-bento.

Friday, October 03, 2008

Playgroup

Mulai hari Jumat ini, Rui tak masukkin ke playgroup yang tempatnya deket rumah (jalan kaki 5 menit-an deh). Seminggu dua kali, dari jam 10.00 s/d jam 13.00. Maksud hati sih mau tak masukkin ke preschool yang gurunya bule semua itu. Kapan hari uji coba gratisan se-jam Rui kayaknya tertarik, tapi begitu dikasih lembaran daftar harganya aku langsung lemes deh. Mahal buanget. Biaya pendaftaran aja sampai 30.000 yen, trus biaya school per bulannya (seminggu masuk tiga kali) 50.000 yen. Uedyaaaan.

Akhirnya setelah browsing sana sini, nemu playgroup deket rumah yang biaya nya reasonable. Emang sih, gurunya lokal semua, dan gak ada kurikulum pelajaran yang njelimet. Pokoknya anak hanya diajak maen maen aja deh. Sensei (guru)nya bilang sih dari maen maen itu, anak bisa belajar bersosialisasi. Yo wes lah, gak pakai kelamaan mikir , Rui langsung tak daftarin di sini.

Sekedar info aja, di playgroup ini biaya pendaftaran nya “hanya” 5.000 yen, dan biaya per bulannya “hanya” 17.000 yen. Kalau pakai hitungan rupiah pasti masih terasa mahal yach, tapi kalau dibanding dengan preschool yang pakai bhs pengantar bhs Inggris, beda harganya jauh banget. Semoga aja dengan masuk playgroup ini, Rui bisa lebih bisa belajar berbagi dan bersosialisasi dengan anak anak yang lain. Aku anggap playgroup ini juga buat "pemanasan" - persiapan Rui buat masuk TK beneran tahun depan.

Sejak awal minggu ini aku sudah sibuk belanja keperluannya Rui. Dari label nama (semua barang bawaan harus ditempeli label nama sendiri), buku gambar, tas sekolah, lunch-box, termos air, uabaki (sepatu putih untuk dipakai di dalam ruang kelas), dll dll… Dan karena bapak-e Rui luar kota, jadilah aku berdua aja sama Rui ngider ke sana sini. Wuah, lelah lahir batin deh.

Dan Jumat pagi tadi Rui mengibarkan “bendera perang” denganku. Dia bilang, gak mau sekolah. Padahal beberapa hari sebelumnya masih semangat, waktu dibilangin mau sekolah, dia bilang, “oh iya kayak sekolahnya YangKung” (hehe, masih inget aja dia, setiap mudik khan selalu mengunjungi sekolahnya Bapak).

Waktu jalan kaki ke playgroup pun dia males malesan, langkahnya dibikin terseok seok, alasannya capek. Walah. Trus begitu sampai di tempat, Rui nge-gandol di kakiku kayak anakan orang-utan. Waktu disapa gurunya, Rui kabur. Jadinya aku harus uber uber Rui di halaman. Mau gak mau, gurunya turun tangan, Rui digendong dengan paksa dan langsung dimasukkin ke kelas. Akupun buru buru naroh tas sekolah dan lunch box nya Rui di deket pintu masuk, trus buru buru ngacir. Emang udah dikasih tahu sih sama gurunya, hari pertama masuk pasti anak bakal berontak, tapi mamanya dianjurkan tenang dan cepat berlalu aja dari pandangan anak. Ternyata bener juga, sampai di halaman pun aku masih bisa dengar Rui nangis histeris sambil manggil “mama… mama…”.

Duh, walaupun hati ini serasa dicabik cabik, tapi aku inget2 aja pesan gurunya Rui kapan hari – wajar aja anak nangis kalau hari pertama sekolah, tapi lebih baik menangis menjerit jerit, dengan demikian emosinya keluar semua, kalau udah lega pasti nanti bakal ikut main juga sama teman temannya. Agak agak mirip juga sih dengan prinsipku selama ini. Dari bayi dulu sampai Rui rada besar sekarang ini pun, aku selalu “membebaskan” Rui untuk menangis. Khan banyak yang bilang tuh, anak laki gak boleh nangis (bapak-e Rui aja sering bilang gitu). Kebalikannya, aku selalu bilang, ndak pa pa nangis aja, emang lagi sedih kok, lagi marah kok… Trus ternyata Rui itu kalau dibilangin gitu malah gak nangisan. Dia hanya nangis kalau benar benar marah, atau sangat sedih aja. Emang nangisnya heboh, tapi setelah emosinya mengalir keluar bersama air matanya, dia jadi tenang kembali. Jadi aku yakin banget, pasti di dalam kelas Rui bisa tenang lagi.

Selesai ngantar Rui, aku ke perpustakaan. Waduh, senengnya bisa santai milihi buku di perpus, walau rada sedih juga gak ada suaranya Rui. Habis itu keluyuran ke Ikspiari, naik bus kecil yang bayarnya hanya 100 yen itu. Udah lama sih pengen nyobain bus ini yang rutenya ke Maihama Eki baru dibuka. Tapi jelaslah suatu “hil yang mustahal” kalau ada Rui, karena rute bus ini panjaaaang sekali (lha wong bayar cuma 100 yen masak minta express sih). Sesama penumpang yang naik umumnya kakek nenek, aku sempat ketiduran juga di bus karena sampainya lama banget, hehe.

Di Ikspiari hanya keliling2 dikit, ngopi trus cabut lagi. Pulangnya naik kereta aja biar cepet. Dari stasiun kereta langsung jemput Rui. Aku lihat dari luar, Rui udah biasa banget tampangnya. Begitu lihat aku, dia langsung buru2 makai sepatu dan keluar dengan riangnya. Bangga banget dia pamerin label nama yang disemat di bajunya, dia bilang, “sensei kasih stiker jerapah, katanya Rui tinggi kayak jerapah”. Haha. Waktu pamitan pulang, gurunya sempat kaget waktu tangannya dicium Rui. Jadi cekikikan deh, kok ya kebiasaan salim nya Rui belum ilang juga. Oh ya, gurunya bilang tadi pagi begitu di dalam kelas, Rui gak nangis lama lama langsung mainan sama teman temannya. Syukur deh, lega banget, doaku tadi malam dikabulkan Tuhan.

Sampai rumah aku periksa lunch-box nya Rui, semua habis. Senengnya. Padahal bekal makan siang Rui sederhana banget, aku bikinin orak arik wortel, gorengan sosis, tomat kecil buat pencuci mulut dan nasi kepal yang dibentuk jadi muka beruang. Wuah, mulai sekarang harus mikir menu macem2 nih. Minggu depan tak bikinin apa ya….

Wednesday, September 24, 2008

MickeyLand!!

Selasa ini kesampaian juga ngajak Rui ke Mickey Land (Rui itu teteup aja keras kepala, semua yang ada hubungannya sama Disney pasti disebutnya Mickey Land). Sebenarnya sudah sejak minggu minggu kemarin mau pergi tapi berhubung cuacanya gak karuan, yang bikin ramalan cuacanya juga jadi gak keruan (padahal sudah janjian pula sama Imoet pengen pergi bareng), akhirnya ya batal terus.

Kali ini kita ngajak Rui ke Disney Sea. Pas tgl merah pula jadi bapak-e Rui bisa ikut. Padahal sebenarnya aku males kalo pergi pas tanggal merah, pasti nanti pengunjungnya lebih rame, tapi kuping ini sudah risih denger Rui nagih nagih terus mau main ke Mickey Land.

Waktu mau berangkat sempat mangkel sama Rui cuma gara gara celana dalam. Lha dia itu minta pakai celana dalam yang gambarnya kodok, padahal “si kodok” ini masih basah karena emang baru dicuci. Aku tawari pakai yang gambarnya dinosaurus, gak mempan. Pakai ngamuk sambil teriak teriak segala. Walah, pagi pagi kok sudah nantang ngajak berantem mamanya. Akhirnya setelah dibujuk bujuk bapaknya barulah Rui mau pakai celana dalam dinosaurus. Itupun masih disertai dengan lelehan air mata penyesalan karna gak bisa pakai “si kodok”. Wes.. wes…

Di Disney Sea seperti yang kita duga, pengunjungnya rame banget. Tapi kita bisa nikmati kok, walaupun diwarnai insiden Rui ngilang (tapi trus ketemu lagi kok), insiden rewel, dll, tapi semuanya berjalan lancar, dan Rui gak sampai mimisan.

Setiap ke Disney Sea, kita pasti bakal nonton show Mystic Rhythm. Pertunjukkan yang gegap gempita dengan tabuhan genderang dan musik rancak, disertai tarian memukau yang penuh adegan akrobatik, ditunjang dengan latar belakang semburan air, api dan kembang api. Tahun kemarin waktu Rui lihat show ini kayaknya dia masih belum seberapa ngerti, tapi kali ini rasanya dia sudah bisa menikmati. Apalagi di show ini khan penarinya banyak memakai kostum binatang, bikin Rui tambah semangat aja. Sampai bapak-e Rui nyeletuk “berarti Rui sudah bisa diajak nonton musical nya Lion King ya”. Waduh kalau musical beneran aku masih pesimis. Kalau show di Disney Sea khan hanya 30 menitan, kalo lebih lama dari itu, pasti Rui masih bosen deh.

Kali ini Rui juga sudah bisa naik anjungan yang mendebarkan. Emang sih sebelum masuk tempat tertentu, tinggi badannya harus diukur dulu, dan ternyata dia sudah memenuhi syarat. Di Storm-Rider dia gak takut juga waktu lihat film 3 dimensi, padahal goyangan kursinya khan lumayan kenceng tuh. Di Mermaid Lagoon dia naik Jumpin` Jellyfish, Blowfish Baloon Race, The Whirlpool, bahkan naik jet-coaster mini di Scuttle`s scooters. Kebanyakan aku nunggu aja, sedang Rui dan bapak-e ngider ke sana sini. Lha emang dasarnya aku khan penakut sama anjungan2 yang bikin deg degan gitu. Terakhirnya aku was was sendiri waktu Rui diajak bapak-e naik Tower of Terror, lift yang diangkat ke atas trus dijatuhin tiba tiba, wuah merinding… untung aja saat saat menuju ke anjungan itu, Rui keburu rewel karena lapar, jadi kita cari makan siang dulu. Sehabis makan sudah gak niyat ngajak Rui ke sana, takut dia nanti malah muntah khan repot.

Oh ya, kita makan siang di Zambini Brother`s Ristorante. Pizzanya huenak!! (terutama pizza salmon). Harganya juga gak terlalu mahal. Biasanya sih kita makan burger di Cape Cod Cook-Off sambil lihat shownya Donald Duck, tapi kali ini Rui bilang mau makan spaghetti. Jadi kita ajaklah dia ke Zambini, dan ternyata pilihan ini sangat hebat. Aku incipi pasta nya Rui enak juga kok, cita rasanya sungguh Italian….

Lumayan banyak anjungan yang kita kunjungi kali ini. Lumayan banyak juga karakter Disney yang kita temui. Rui saking seringnya nonton film Disney di YouTube, jadi apal banget sama nama nama karakter Disney. Cuma emang karna pas rame pengunjung, kita jadi males ngantri kalo mau photo sama karakter yang terkenal. Photo yang kita dapat ya sama tokoh2 yang gak begitu ngetrend deh. Kita photo sama Pluto, Jimmy Jengkerik dan paman Gapetto (Rui nyebutnya Santa Claus, hehe… emang rambut putihnya mirip Santa Claus ya).

Terakhir sebelum pulang kita sempat naik perahu di Sindbad`s Storybook Voyage dan naik komedi putar di Caravan Carousel. Jam 20.30 ada pengumuman pesta kembang api nya batal karena angin kencang, yo wes lah kita pulang aja. Boss kecil juga udah kayak orang mabok, ngantuk tapi maksain diri, jadi nya sempoyongan deh. Dalam perjalanan pulang Rui langsung tidur. Capek banget deh.