Thursday, July 31, 2008

Tamu

Kemarin ada tamu, Nova-Kiyo dan Imoet-Iki. Pas kemarin bapak-e Rui ada di rumah, jadi Rui bisa tak tinggal di rumah, sedang aku njemput para tamu pakai mobil. Haah?! Iya bener, bermobil! Pastinya Nova dan Imoet dalam hatinya berdebar debar kencang, disopiri nenek ceroboh yang suka gugupan ini. Tapi syukurlah gak ada halangan selama perjalanan, walopun sebelum meninggalkan tempat parkir sempat rada panik karena karcis parkirnya nyelip. Dasar nenek nenek, hihi.

Di rumah kayak biasalah kita makan, ngobrol, ngawasi anak anak maen. Sempat terjadi beberapa insiden sih, insiden rebutan mainan, insiden pemukulan kepala Kiyo oleh Rui, insiden Iki ditindihi Rui…. Waduh waduh, Kiyo Iki, maafin Rui ya, dan jangan kapok ya ketemu sama Rui, emang Rui suka berkelebihan energi, tapi sebenarnya hatinya baeeek lho. Hehe. Tapi bener lho, rasanya iri banget ngelihat Kiyo sama Iki, semuanya pada anteng anteng.

Seneng banget kedatangan tamu ke rumah, rumah jadi terasa lebih rame. Sayang sekali kemarin aku gak ngambil photo. Jadi photo di bawah ini aku ambil dari tempatnya Imoet. Makasih ya Nov, Moet atas kedatangan dan buah tangannya.

Thursday, July 24, 2008

Janji

Aku pernah janji sama Susan, buat nyariin photo masa kecil dulu. Dan hasilnya aku pajang di sini. Photo yang barengan sama adik adiknya Susan, dan photo waktu aku dan Susan jadi malaikat waktu drama Natal sekolah.

Betapa imut dan menggemaskan ya San, jaman kita anak anak dulu, hehe.

Wednesday, July 23, 2008

Paris?

Bukaaan… ini bukan monumen di Paris, tapi bangunan baru yang terletak di Simpang Lima Gumul (lebih dikenal dengan Pro-Liman Nggumul, hehehe). Di malam hari ketika aku kembali memasuki kotaku setelah lama di perantauan, aku sempat terbengong bengong ketika pertama kali melihat bangunan ini. Apaan tuh… Dan mayoritas orang yang aku tanyai gak mengerti buat apa monumen itu dibangun.

Weleh, kalau emang pengen bikin monumen untuk menghidupkan pariwisata, kenapa sih harus meniru niru Arc de triomphe yang ada di Paris sono. Kenapa gak bikin aja sesuatu yang orisinil, yang bernafas Kediri…

Kembali

Hai, kita sudah kembali. Sekali lagi kita harus berpisah dengan ibu pertiwi. Senin pagi disambut cuaca mendung, kita berjalan berlenggang kangkung keluar dari bandara Narita. Benar benar “berlenggang kangkung” karena koper kita masih nyangkut di Singapore. Pengalaman pertama buat kita, kok kita nunggu lamaaa koper kita gak nongol. Gak tahunya kopernya masih betah di Singapore. Hehe. Lucu juga rasanya pulang dari luar negeri cuma bawa tas tenteng. Tapi kita masih terhitung lucky, karena koper kita bisa langsung dikirim dengan penerbangan berikutnya dari Singapore, dan sekitar jam 22.00 pak kurir nya ngantar sampai ke depan pintu rumah.

Tinggallah sekarang kita harus beradaptasi dengan kehidupan rumah sendiri. Meninggalkan tanah air yang suasananya ribut, semrawut tapi sungguh aku mencintai kehangatan manusianya. Sampai jumpa lagi, Indonesia.

Wednesday, July 09, 2008

Pagora

Setelah lama tinggal di negri orang, dan setelah terbiasa dengan fasilitas fasilitas umum di sana, begitu pulang ke negri sendiri aku selalu butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keterbatasan keterbatasan di sini. Salah satu keterbatasan yang sangat aku rasakan sekarang, adalah minimnya tempat bermain untuk anak. Memang sih kalau kita pergi ke pusat pertokoan pasti kita bisa nemuin tempat main macam TimeZone gitu, tapi bukan itu yang aku maksud. Di Jepang, aku biasa ngajak Rui main ke taman, tempat dia bisa main di luar rumah dengan sarana main yang aman dan terjamin. Sedang di Kediri sini sungguh sulit untuk menemukan taman semacam itu.

Aku tahu Rui sungguh perlu tempat main yang lega, karena itu hari ini aku ajak dia main ke Pagora. Tempat ini sudah ada sejak jamannya aku kecil dulu. Di tempat ini ada kolam renang, danau dan aneka permainan anak anak. Aku gak ngajak Rui renang tadi, musim liburan gitu lho, yang namanya kolam renang udah kayak cendol, penuh banget.

Begitu masuk pintu masuk Pagora, aku cekikikan lihat ada patung punakawan, petruk-bagong yang berjajar. Hari gini lho, ketika kebanyakan tempat hiburan memilih tokoh kartun macam Mickey dkk nya untuk maskot, tempat hiburan di Kediri ini masih mempertahankan patung punakawan nya. Sayang aku gak sempat ambil photonya, keburu ngejar Rui yang udah kegirangan ngelihat ada banyak mainan.

Rui puas kelihatannya bisa main ayunan, jungkat jungkit, manjat manjat… walaupun aku agak agak grogi gitu lihat penampakan alat permainannya. Kelihatan kuno, catnya bocel bocel, papan perosotannya juga curam banget, duh terjamin gak nih keselamatannya. Pokoknya Rui bener bener tak awasi.

Sehabis itu Rui merengek rengek minta naik motor-boat mengelilingi danau. Lagi lagi aku sempat grogi juga, lha perahunya juga kayak gitu lho… tapi aku turuti juga. Bayar 2 ribu rupiah, aku bisa naik bareng Rui. Walaupun danaunya kecil, tapi jalan perahunya lumayan kenceng tuh membelah air danau yang ke-ijo ijo-an saking kotornya (whoaah). Mana ternyata muterin danaunya sampai 5 kali!! Bayangin cuma bayar 2 ribu sudah cukup bikin aku kliyengan seperti lagi mabuk laut. Hihi. Tapi yang jelas Rui hepi banget.

Terakhir sebelum pulang, Rui minta naik mobil mobilan yang digerakkan pakai baterai. Pertama gak aku ijinin, aku pikir Rui belum bisa nyetir sendiri, takut nabrak gitu wong anak2 yang lain udah pada gedhe gedhe. Tapi karena Rui nekad aja ya udah. Dan ternyata emang dia udah bisa nyetir sendiri, masih kadang kadang melenceng sih tapi lumayan bisa lah untuk ukuran anak seumur dia.

Pulang dari sana, Rui langsung molor. Lumayan juga lah pengalaman tadi untuk memuaskan kerinduan Rui bermain di taman. Ketika aku tanya kesannya tentang Pagora, Rui menjawab “tanoshikatta” (=menyenangkan). Hehe.

Tuesday, July 08, 2008

Cepu

Minggu kemarin kita ke Cepu. Biasa kalo mudik pastilah kita pergi ke kota kelahiran ibuk itu, tujuan utamanya buat nyekar ke makam leluhur dan ketemu sodara sodara yang tinggal di Cepu.

Perjalanan dari Kediri makan waktu sekitar 3 jam-an. Jalanan gak berubah banyak, masih tetap meliuk liuk melintasi hutan jati diselingi perbaikan jembatan di sana sini (heran deh, kenapa ya setiap aku ke Cepu, selaluuu ada aja jembatan yang diperbaiki). Pusat kota Cepu juga kayaknya gak banyak perubahan, masih tetap panas juga.

Pada waktu nyekar, Rui udah tahu kita harus nyebar kembang di pusara. Gak tanggung tanggung, dia langsung ambil segenggam trus disebar. Habis gitu tangannya diusap usapin ke rambut. Weleh weleh, rambutnya jadi bau kembang deh.

Ketika ketemu sodara sodara di Cepu, Rui juga udah langsung sok akrab aja deh, semuanya di-salimi (pakai cium tangan dengan suara kecupan bibir yang lantang gitu, muah, muah….) trus enak aja minta gendong sana sini, mainan kursi malas, dll. Semua pada heran, kok Rui gak malu malu…. Wah, kalau Rui sih urat-malu nya udah putus kali ya. Hehe.

Pulang dari Cepu, kendaraan kita sempat terhalang macet di daerah sekitar Caruban. Gak ada apa apa lho, gak ada kecelakaan atau apa, hanya emang lalu lintasnya lumayan padat, padahal khan jalannya gak terlalu lebar, jadi ngantri deh. Rui di perjalanan gak terlalu merepotkan, bisa tidur juga. Hanya saja dia jadi susah makannya, mungkin terlalu exciting ya, banyak ketemu orang baru dan jalan jalan ke luar kota. Photo di bawah dokumentasi di Cepu kemarin.

Thursday, July 03, 2008

Teman Lama (lagi)

Kemarin aku dapat kesempatan buat ketemu Agatha Anita Taurysiana, aku biasa panggil dengan Mbak Gatha, teman SD yang sungguh lama tak pernah jumpa. Dia sekarang berdomisili di ibu kota, kebetulan sekali dia pulang ke rumah Kediri dan menyempatkan waktu untuk mengundangku. Seneng banget bisa ketemu kembali, walaupun kita hanya bisa ngobrol selama 2 jam-an.

Photo di bawah: adikku, lalu Kristi (putrinya Mbak Gatha), aku, Rui, Mbak Gatha dan keponakan Mbak Gatha yang katanya tahun ini masuk SD Santa Maria.

Semoga di masa masa akan datang kita bisa ketemu kembali ya, Mbak.