Monday, April 23, 2007

Rui, sekarang

Bulan Maret yang lalu Rui masuk umur 2 tahun. Belakangan ini dia jadi copy-cat sejati. Apapun yang dia lihat dia tiruin. Sudah mulai punya kegemaran sendiri, dan sadar akan dirinya. Kalau aku pakai topi, dia pun mau pakai topi (padahal dulu dia paling benci kalau ditopi-in). Kalau semua makan pakai hashi (supit) dia pun mau pakai hashi juga (bisa dibayangin gimana berantakannya meja makan. Wong pakai sendok aja masih banyak yang berceceran apalagi kalau pakai hashi). Kalau gak dituruti, pasti dia bakalan teriak “Ui, ui” (=Rui, Rui), maksudnya dia mau sama dengan kita.

Lebih repot lagi kalau aku masak, pasti dia juga ribut pengen ikut ngupas atau ngiris ngiris. Akhirnya aku kasih aja dia bawang putih dan bawang Bombay biar dia bisa ikut2an ngupas pakai jarinya. Sayangnya dia gak bakalan puas dengan satu biji bawang aja. Seplastik bawang putih atau bawang Bombay pun bakalan dikupasi semua. Oh la la….

Selain itu dia juga suka ikut2an nyuci piring. Kursi meja makan didorong sampai ke tempat cuci piring, dengan berdiri di atas kursi beraksi lah dia menyuci piring. Tapi jangan bayangin piring2 bakalan bersih, karena dia masih dalam taraf mainan air dan sabun. Lumayan juga sih sebenarnya, kalau dia asyik nyuci piring, aku bisa masak tanpa diganggu. Cuma ya gitu, selesai masak kerjaanku jadi bertambah satu, beres2 tempat cuci piring, ngelap lantai yang basah, dan nggantiin baju Rui yang kuyup kena air dan sabun.


Semoga aja di masa yang akan datang, Rui masih tetap bakalan suka ngerjain kerjaan rumah. Sekarang aja aku suka senyum2 sendiri sambil berkhayal, suatu hari nanti Rui bakalan bisa ngomong “mama hari ini gak perlu ngapa ngapain. Rui aja yang masak, yang nyuci piring, mama santai aja minum kopi sambil nonton hanryu…. boku ga zembu yatte ageru kara… nante sa, aa~ sono hi ga kuru made ni o machi doshi….

Ketergantungan

Aku pernah punya prinsip bahwa ketergantungan adalah salah satu bentuk kelemahan. Tapi ternyata manusia tidaklah statis, bahkan untuk diriku yang begitu ndableg akan sesuatu. Berawal ketika aku jadi menyukai kopi. Sekarang tiada hari tanpa kopi, hidup serasa hampa bila belum menenggak kopi. Heran gak sih, jadi tergantung banget. Takjub dan rada sebel dengan diri sendiri, merasa lemah karena gak bisa lepas dari kopi. Dan ternyata perubahan ini gak lantas berhenti pada kopi aja.

Kelemahanku yang kedua aku jadi tergantung sekali dengan Hanryu (drama Korea). Pokoknya kalau sehari gak nonton hanryu, badan terasa panas dingin deh. Aku pernah berusaha berpikir jernih, secara riil apa sih keistimewaan nya hanryu. Kalau dipikir pikir ceritanya juga gak hebat2 amat, temanya sering berputar aja ke cinta segi tiga (kadang bisa juga jadi segi empat, lima atau segi banyak), alur ceritanya juga banyak yang konyol, tidak nyata, penuh mimpi… kata2 pelakunya kalau lagi jatuh cinta juga sering kedengaran mbhelgedhes. Tapi kok aku gak bisa lepas juga dari hanryu.

Apakah aku lagi butuh bermimpi, butuh sesuatu untuk lepas dari rutinitas sehari hari, butuh sesuatu yang mbhelgedhes….

Aku gak hendak berperang melawan ketergantungan ku lagi. Karena sesuatu yang dilawan dan ditolak itu biasanya malah menjadi jadi. Biarlah aku sekarang tergantung dengan kopi, dengan hanryu… dinikmati saja. Siapa tahu ketergantungan ku ini hanya trend sesaat. Kalaupun sekarang masih menggebu gebu, pasti juga ada waktunya berlalu. Seperti aku bilang di awal tulisan ini, bahwa manusia tidaklah statis. Pastilah akan ada yang berubah. Who knows, tahun depan aku bakalan nemuin hal hal baru lagi, tanoshimi ne.

Sunday, April 08, 2007

Leukemia

Darah manusia terdiri dari cairan yang disebut sebagai plasma darah, dan tiga kelompok sel darah. Kelompok sel darah itu dibedakan menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.

Sel darah putih atau leukosit berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap infeksi atau serangan penyakit lainnya. Sel darah merah atau eritrosit berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh, dan membawa karbon dioksida dari jaringan tubuh kembali ke paru-paru. Keping-keping darah atau trombosit sangat berperan dalam proses pembekuan darah.

Ketika terjadi leukemia, tubuh akan memproduksi sel-sel darah yang abnormal dan dalam jumlah yang besar. Pada leukemia, sel darah yang abnormal tersebut adalah kelompok sel darah putih. Sel-sel darah yang terkena leukemia akan sangat berbeda dengan sel darah normal, dan tidak mampu berfungsi seperti layaknya sel darah normal.

Penyebab leukemia sejauh ini belum diketahui. Namun banyak penelitian yang dilakukan untuk memecahkan masalah ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa leukemia lebih sering menyerang kaum pria dibandingkan kaum wanita, dan juga pada kelompok orang kulit putih dibandingkan dengan orang kulit hitam. Namun sampai saat ini belum diketahui mengapa hal tersebut dapat terjadi.

Beberapa hal yang diduga menjadi penyebab leukemia misalnya tubuh sering terpapar oleh bahan kimia tertentu, sinar radiasi, serta obat-obatan (seperti pada pengobatan kanker), atau karena adanya kromosom yang abnormal. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan terjadinya mutasi dan akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan atau proses pembelahan sel darah putih.

Gejala penyakit leukemia biasanya ditandai dengan adanya anemia. Infeksi akan mudah atau sering terjadi karena sel darah putih tidak dapat berfungsi dengan baik, rasa sakit atau nyeri pada tulang, serta pendarahan yang sering terjadi karena darah sulit membeku. Jika tidak diobati, maka akan mengakibatkan leukemia akut dan akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Pengobatan leukemia dapat berupa kemoterapi dengan obat anti kanker, terapi radiasi, tranfusi darah dan plasma, serta transplantasi sumsum tulang. (Penjelasan diambil dari berbagai sumber).

Tomoko san, iro iro ga ari sugite, tsurai deshou ne, iya ni naru deshou ne. Demo daijoubu. Koko made korareta kara anata wa erakatta. Nani ga atte mo anata nara kitto dekiru. Naorimasu !! Kitto. Ikiru kibo sutenaide. Minna, anata wo aishiteru, minna anata wo matteiru, Ryota mo ne. Tomoko san, makenaide.

Tuesday, April 03, 2007

Pffiuuh

Booking-an hotel di Singapore sudah di-confirm. Lega..... gak perlu mbambung lagi di airport. Tinggallah aku sekarang menghitung hari. Helena, Jun, Dian.... can't wait to see you.