Tuesday, July 19, 2011

Green Curtain

Dampak dari bencana tsunami dan meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir bulan Maret yang lalu, belakangan ini Jepang menggalakan aksi penghematan energi. Apalagi memasuki musim panas yang diramal bakal sangat panas tahun ini. Pemerintah menganjurkan untuk tidak jor-jor an memakai tenaga listrik karena dikuatirkan asupan listrik tidak mencukupi.

Jadinya semua pada berhemat hemat deh. Mangkanya gak perlu heran kalo sekarang masuk dept. store pun rasanya gerah, AC nya gak ada adem ademnya sama sekali deh.

Gak hanya kantor dan tempat fasilitas umum, rumah pribadi pun berpartisipasi dalam rangka penghematan listrik ini. Daripada nanti kena pemadaman bergilir kalo asupan listrik tidak cukup, lebih baik semua berhemat aja dari awal. Akhirnya sekarang ini banyak orang menanam tumbuhan rambat di beranda rumahnya. Gunanya untuk menghalangi sinar matahari yang masuk ke ruang rumah. Dari banyak percobaan diketahui bahwa dengan adanya tanaman rambat ini, suhu dalam rumah jadi sejuk pula walaupun gak masang AC.

Aku pun jadi ikutan nanam tanaman rambat di beranda. Itupun juga gara2 Rui dapat biji bunga Asa-Gao (bhs Inggrisnya : Morning Glory) dari kakak kelasnya. Eh, setelah tumbuh tunasnya, cepet banget merambat ke atas atas, sekarang sudah lumayan banyak kembangnya yang mekar. Hanya sayang saja daunnya belum terlalu rimbun, jadi living-room belum terlalu sejuk.

Sudah kebayang bayang seandainya daunnya jadi rimbun, aku jadi punya "green curtain" , tirai hijau juga di beranda. Walaupun seandainya nanti ruang rumahku gak sejuk2 amat, tapi dengan lihat kembangnya mekar pasti hati kita jadi sejuk deh. Tahun depan selain tanaman kembang, mungkin aku mau nyoba green-curtain yang lain, nanam pare misalnya, khan asyik tuh bisa dipanen juga buah pare nya.