Thursday, January 24, 2008

Pamer

Lihat, lihat!! Aku dapat kiriman. Ada nastar, kripik, wedang jahe instan dan krupuk ikan (di photo krupuk ikannya tinggal 3 biji, keburu diserbu Rui siiih). Nikeeeen, beribu terima kasih!

Friday, January 18, 2008

Kartu Perkenalan

Dari majalah bulanan ibu-anak Kokko-Kurabu, aku dapat ide untuk bikin kartu perkenalan. Kartu ini berisi sedikit penjelasan tentang data diri berikut email address. Kartu bikinan sendiri ini selalu standby di dompet. Bila suatu ketika aku kenalan dengan sesama ibu di klub bermainnya Rui misalnya, dan mereka tanya email address, kita bisa cepat kasih respon. Belakangan ini aku juga siapin konsep perkenalan diri ini di memori handphone, sehingga ketika ada seorang ibu memberikan email address nya, aku bisa langsung kirim salam perkenalan singkat ini.

Respon yang kudapat selama ini selalu positif. Dengan memberikan sedikit penjelasan tentang diri kita, bisa jadi awal pembicaraan yang tidak membosankan. Di bawah ini contoh kartu perkenalan diriku.

名前:篠井マリア、AB型。インドネシア出身、熱帯の産まれだけど夏と虫は苦手。1999年に結婚し、来日した、日本語はいまだに勉強中。趣味は読書、日本語の子供諸説にはまっちゃて、ハリーポッターの新しいシリーズがまちどうしい。よろしくおねがいします。メール:。。。。。。。

Terjemahan.
Nama: Sasai Maria, golongan darah AB. Negara asal Indonesia. Kelahiran daerah tropik namun tidak pernah bisa menyukai musim panas dan serangga. Tahun 1999 menikah, tinggal di Jepang, sampai sekarang pun masih mempelajari bahasa Jepang. Hobi: membaca. Sedang tergila gila dengan novel anak anak bahasa Jepang, dan sudah tidak sabar menantikan terbitnya novel terbaru Harry Potter versi bhs Jepang. Mohon diterima perkenalan saya. Email address : ……………

Kartu perkenalan di atas aku buat dengan “gaya” Jepang. Tentu saja isinya bagi orang luar Jepang mungkin agak menggelikan. Selama ini yang aku tahu tentang orang Jepang, mereka kebanyakan “tere-ya” pemalu, perkenalan pertama biasanya terasa alot dan penuh basa basi yang kaku. Kebalikan dengan orang Indonesia yang kebanyakan sangat interest dengan orang asing. Masalahnya aku sendiri juga suka rikuh kalo baru pertama kali memasuki lingkungan baru. Dengan adanya kartu perkenalan itu sedikit banyak aku terbantu.

Bagi teman teman yang tinggal di Jepang, siapa tahu punya kiat kiat lain untuk memulai pergaulan dengan orang sini. Silahkan berbagi denganku.

Sunday, January 13, 2008

Shy-boy

Kapan hari sensei (guru) ritmik Rui pernah komentar gini “Rui-kun, shy-boy desu ne”. Apaaa…. Rui dibilang shy-boy???!! Yang bener aja, wong polah-e koyok pinjal kepanasen ngono. Hihi. Emang sih kalo diperhatiin, selama ikut club-ritmik, kalo diabsen, dipanggil namanya, Rui masih suka malu malu dan belum bisa menjawab lantang “haik!” kayak temen temennya. Paling banter dia hanya angkat tangan, trus kabur. Walah walah le, wong di rumah tingkahnya kayak raja-setan gitu, tapi kalo di depan sensei jadi malu malu (dan bikin emaknya rada malu juga).

Kalo pas ritmik mengikuti lagu iringan, Rui bisa berbaur joget2 sama temen temennya. Tapi kalo pas dibacain buku cerita, trus tahu2 sensei nya nanya ke Rui “ini gambar apa” misalnya, pasti Rui nya bakal mendelep, dan jawabannya yang lirih jadi tenggelam oleh suara temen2nya yang berebut ikut menjawab pertanyaan sensei.

Hmm… Rui emang baru lancar ngomongnya sejak tinggal di Hokkaido sini. Kalo dia sekarang masih suka malu malu untuk tampil di depan sensei, aku juga gak bakalan maksain. Mungkin pula sedikit banyak sifatku yang suka grogi kalo berada di lingkungan luar nurun ke Rui juga. Yang bisa aku lakukan sekarang, bila di rumah, kita mainan dengan boneka lego, aku umpamakan boneka2 itu sensei dan temen2 Rui. Lalu seolah olah “boneka” sensei lagi ngabsen trus manggil “Sasai Rui kun”. Rui otomatis nyahuti dengan keras “haik”. Langsung deh aku puji, pinter… pinter….

Semoga dengan cara begitu, di pertemuan ritmik selanjutnya, shy-boy ku bisa mengatasi rasa groginya dan menjawab dengan lantang. Gambare, Rui!!

Thursday, January 03, 2008

Selamat Tahun Baru

Akhir tahun 2007 berlalu begitu cepat. Gak terasa, eh udah masuk tahun 2008. Tahun tahunku yang lalu ketika Rui belum lahir, malam pergantian tahun biasa kita habiskan di rumah mertua. Nonton tivi dan makan makan sambil dengerin “ceramah” papa mertua (seperti biasa kalo udah mabok sake, minuman alcohol, pasti beliau jadi suka ngoceh kesana kemari. Kebanyakan sih dulu topiknya nanyain kok aku belum hamil juga, jadilah kita hanya bisa manggut manggut dengerin rentetan petuahnya). Kemudian waktu deket tengah malam, kita bakal jalan kaki beramai ramai ke jinja, tempat sembahyang orang Shinto, deket rumah, berbaris buat membunyikan lonceng permohonan. Mertua suka ngajak kita ke sana pas pergantian tahun bukan karena mereka pemeluk Shinto yang taat, tapi karena ada pembagian ama-sake (sake manis yang tidak memabukkan) yang enak diminum hangat hangat. Hihi.

Ketika Rui lahir, kita jadi gak pernah pergi bareng ke jinja lagi. Paling banter kita makan malam bersama di rumah mertua dan tentu saja masih harus dengerin ceramah papa mertua lagi – kali ini topiknya : kok aku belum hamil lagi, wong Rui udah gedhe (wis… siap siap sumbat kuping aja deh). Paling telat jam 8 malam kita sudah balik ke rumah sendiri, karena pasti Rui juga udah ngantuk ngantuk.

Malam pergantian tahun 2007 ke 2008 kita habiskan di Hokkaido. Gak ada acara istimewa. Sempat merasa sepi dan “rindu” ceramah papa mertua, hehe. Kangen juga masakan tahun baru buatan mama mertua. Biasanya kita rame2 bikin mie soba, dan saling ngetawain waktu makan mie soba yang irisannya gak teratur, ada yang tebel ada yang tipis, maklum yang bikin masih amatir-an. Malam tahun baru di Hokkaido kita habiskan dengan nonton tivi dan mainan sama Rui. Jam 9 malam kita sudah masuk selimut.

Tgl 1 Januari di hari baru, salju menumpuk di luar. Kita jalan kaki di jalanan yang sepi. Rui sempat maksa pengen bikin Snowman, tapi salju di sini susah banget dibentuk buletan, saljunya rapuh dan terlalu lembut. Akhirnya kita terus jalan kaki aja sampai ke Mister Donut, walah sepinyaaa… pengunjungnya hanya kita. Awal tahun baru kita nikmati dengan sepiring donat dan café au-lait.

Kupikir tak akan ada lagi acara istimewa, namun ternyata tgl 2 Januari, kita diundang Oowaki san (teman kerja suami) merayakan tahun baru di rumahnya. Disana kita dijamu aneka sushi dan kujira-jiru. Pengetahuan baru, ternyata masakan khas tahun baru di Hokkaido adalah Kujira-jiru, sop yang diisi berbagai macam sayuran plus daging ikan paus!! (Kujira=ikan paus). Rasanya? Enak juga, daging ikan paus terasa mak-nyus, lemaknya ringan dan gak bikin eneg.

Akhir kata buat semuanya : Akemashite Omedetou! Happy New Year! Selamat Tahun Baru!