Wednesday, September 24, 2008

MickeyLand!!

Selasa ini kesampaian juga ngajak Rui ke Mickey Land (Rui itu teteup aja keras kepala, semua yang ada hubungannya sama Disney pasti disebutnya Mickey Land). Sebenarnya sudah sejak minggu minggu kemarin mau pergi tapi berhubung cuacanya gak karuan, yang bikin ramalan cuacanya juga jadi gak keruan (padahal sudah janjian pula sama Imoet pengen pergi bareng), akhirnya ya batal terus.

Kali ini kita ngajak Rui ke Disney Sea. Pas tgl merah pula jadi bapak-e Rui bisa ikut. Padahal sebenarnya aku males kalo pergi pas tanggal merah, pasti nanti pengunjungnya lebih rame, tapi kuping ini sudah risih denger Rui nagih nagih terus mau main ke Mickey Land.

Waktu mau berangkat sempat mangkel sama Rui cuma gara gara celana dalam. Lha dia itu minta pakai celana dalam yang gambarnya kodok, padahal “si kodok” ini masih basah karena emang baru dicuci. Aku tawari pakai yang gambarnya dinosaurus, gak mempan. Pakai ngamuk sambil teriak teriak segala. Walah, pagi pagi kok sudah nantang ngajak berantem mamanya. Akhirnya setelah dibujuk bujuk bapaknya barulah Rui mau pakai celana dalam dinosaurus. Itupun masih disertai dengan lelehan air mata penyesalan karna gak bisa pakai “si kodok”. Wes.. wes…

Di Disney Sea seperti yang kita duga, pengunjungnya rame banget. Tapi kita bisa nikmati kok, walaupun diwarnai insiden Rui ngilang (tapi trus ketemu lagi kok), insiden rewel, dll, tapi semuanya berjalan lancar, dan Rui gak sampai mimisan.

Setiap ke Disney Sea, kita pasti bakal nonton show Mystic Rhythm. Pertunjukkan yang gegap gempita dengan tabuhan genderang dan musik rancak, disertai tarian memukau yang penuh adegan akrobatik, ditunjang dengan latar belakang semburan air, api dan kembang api. Tahun kemarin waktu Rui lihat show ini kayaknya dia masih belum seberapa ngerti, tapi kali ini rasanya dia sudah bisa menikmati. Apalagi di show ini khan penarinya banyak memakai kostum binatang, bikin Rui tambah semangat aja. Sampai bapak-e Rui nyeletuk “berarti Rui sudah bisa diajak nonton musical nya Lion King ya”. Waduh kalau musical beneran aku masih pesimis. Kalau show di Disney Sea khan hanya 30 menitan, kalo lebih lama dari itu, pasti Rui masih bosen deh.

Kali ini Rui juga sudah bisa naik anjungan yang mendebarkan. Emang sih sebelum masuk tempat tertentu, tinggi badannya harus diukur dulu, dan ternyata dia sudah memenuhi syarat. Di Storm-Rider dia gak takut juga waktu lihat film 3 dimensi, padahal goyangan kursinya khan lumayan kenceng tuh. Di Mermaid Lagoon dia naik Jumpin` Jellyfish, Blowfish Baloon Race, The Whirlpool, bahkan naik jet-coaster mini di Scuttle`s scooters. Kebanyakan aku nunggu aja, sedang Rui dan bapak-e ngider ke sana sini. Lha emang dasarnya aku khan penakut sama anjungan2 yang bikin deg degan gitu. Terakhirnya aku was was sendiri waktu Rui diajak bapak-e naik Tower of Terror, lift yang diangkat ke atas trus dijatuhin tiba tiba, wuah merinding… untung aja saat saat menuju ke anjungan itu, Rui keburu rewel karena lapar, jadi kita cari makan siang dulu. Sehabis makan sudah gak niyat ngajak Rui ke sana, takut dia nanti malah muntah khan repot.

Oh ya, kita makan siang di Zambini Brother`s Ristorante. Pizzanya huenak!! (terutama pizza salmon). Harganya juga gak terlalu mahal. Biasanya sih kita makan burger di Cape Cod Cook-Off sambil lihat shownya Donald Duck, tapi kali ini Rui bilang mau makan spaghetti. Jadi kita ajaklah dia ke Zambini, dan ternyata pilihan ini sangat hebat. Aku incipi pasta nya Rui enak juga kok, cita rasanya sungguh Italian….

Lumayan banyak anjungan yang kita kunjungi kali ini. Lumayan banyak juga karakter Disney yang kita temui. Rui saking seringnya nonton film Disney di YouTube, jadi apal banget sama nama nama karakter Disney. Cuma emang karna pas rame pengunjung, kita jadi males ngantri kalo mau photo sama karakter yang terkenal. Photo yang kita dapat ya sama tokoh2 yang gak begitu ngetrend deh. Kita photo sama Pluto, Jimmy Jengkerik dan paman Gapetto (Rui nyebutnya Santa Claus, hehe… emang rambut putihnya mirip Santa Claus ya).

Terakhir sebelum pulang kita sempat naik perahu di Sindbad`s Storybook Voyage dan naik komedi putar di Caravan Carousel. Jam 20.30 ada pengumuman pesta kembang api nya batal karena angin kencang, yo wes lah kita pulang aja. Boss kecil juga udah kayak orang mabok, ngantuk tapi maksain diri, jadi nya sempoyongan deh. Dalam perjalanan pulang Rui langsung tidur. Capek banget deh.

Monday, September 22, 2008

Ke Urawa

Hari Minggu kemarin aku ke restoran Surabaya di Urawa untuk menghadiri acara farewell party nya Imoet yang bakal pindah dari Jepang. Asyiknya kemarin Rui bisa tak tinggal di rumah sama bapaknya. Jadi rasanya enteeeeng banget gak dikinthili anak, cuma ya gitu di jalan, di kereta, di pertokoan, dll, waktu lihat anak kecil rasa rasanya semua kok jadi berwajah mirip Rui, hehe. Emang sudah terbiasa digandoli anak ya, ketika jalan sendiri rasanya rada aneh.

Di restoran, aku ketemu Imoet dan anaknya (Iki chan), juga Nova sekeluarga. Kita pesen macam2 menu, banyak banget – yang paling berkesan bagiku “sate kambing”!! Hoah, kangen banget deh sama “kambing”, hehe. Dan ternyata Iki chan juga doyan banget makan kambing. Menu yang lain: martabaknya enak, serundeng ayam enak, tumis kangkung juga enak, kalau gule ayam nya kayaknya kurang nendang, mungkin sudah disesuaikan dengan lidah orang jepang ya, kalo buat orang Indonesia kuahnya kurang mantap rasanya. Dessertnya kita pesen tapioca, ketan item sama pisang goreng. Kenyang banget deh. Moet, thanks ya buat acaranya.

Dari restoran kita ajak anak anak ke tempat mainan anak anak. Lumayan lah walau tempatnya gak luas, tapi anak anak bisa jumpalitan melampiaskan energinya. Seperti biasa kita ngawasi sambil ngobrol ngalor ngidul. Agak siangan Nova sekeluarga pamit duluan, sedang aku, Imoet dan Iki masih ngider. Sore jam 4 barulah kita cabut.

Buat Imoet, selamat jalan. Selamat menempuh kehidupan baru di tempat yang baru. Kalau balik ke Jepang lagi telpun telpun ya. Buat Iki chan, jangan lupa sama budhe ya… O genki de….

Thursday, September 18, 2008

Ken-gaku

Taman kanak kanak di Jepang memulai tahun ajaran baru setiap bulan April. Tapi mulai bulan ini pastinya sudah ada TK yang mulai mengundang calon murid untuk “ken-gaku” (field trip) mengunjungi bakal sekolahnya nanti. Minggu kemarin Bapak-e Rui iseng browsing di internet, dan nemu pemberitahuan bahwa Shibuya Kyoiku Gakuen Urayasu Kindergarten bakal ngadain ken-gaku. Dan Rabu kemarin meluncurlah kita ke sana.

TK ini baru dibuka tahun ini. Kita tahu dari tetangga sebelah yang anaknya udah duluan masuk ke sana. Sebenarnya kalau soal sekolah aku lebih nyantai, gak mikir macem macem. Tapi Bapak-e Rui lebih serius mikirnya, dan rasanya dia condong mau masukkin Rui ke TK private.

Waktu kita ke TK itu, ternyata peminatnya banyak banget. Ruang hall sampai penuh sesak, dan yang tidak kebagian kursi dewasa terpaksa harus duduk pakai kursi TK yang imut imut itu. Bapak-e Rui ambil tempat di bagian depan, sedang aku ngawasi Rui main di bagian belakang.

Ternyata kemarin aku banyak nemuin anak anak yang tingkahnya mirip mirip Rui. Gak bisa diem, gak mau ngalah…. Di bagian belakang hall disediain aneka mainan balok dan mainan perosotan ukuran sedang. Wuaduh, tuh perosotan sudah full anak anak. Ada yang pengen cepet merosot, ada yang mandek di tengah tengah, ada yang dorong dorongan, rebutan naik, dll. Pokoknya heboh habis. Rui yang biasanya jagoan, hari ini nemu lawan yang lebih kuat, mana lawannya hari ini cewek lagi, waktu berebut mau naik perosotan, lawannya gak mau ngalah, dan Rui dipukuli kepalanya sama si lawan. Hoaaah, aku rasane pengen ngakak… tapi ya kasian juga ngelihat Rui yang langsung mengkeret kalah sama cewek yang sebenarnya badannya lebih kecil dari Rui. Hehe.

Wes pokoknya aku dan ibu ibu lain yang ada di belakang gak mungkin dengerin penjelasan dari kepsek dan guru guru TK yang lain. Lha wong di belakang ribut sendiri. Untung aja deh ada bapak-e Rui, paling gak aku bisa santai walau gak tahu apa apa.

Dari pihak sekolah kita dapat berkas2 penjelasan, kapan formulir pendaftaran dibagi, kapan test/ wawancara dilakukan… mataku mendelik waktu lihat berkas keterangan biaya sekolah yang harus dibayar nanti seandainya Rui jadi masuk TK ini. Weleh weleh, biaya masuk pertama aja 63.000 yen, belum nanti biaya buku (arek TK ae kok yo wes perlu biaya buku segala ya, perasaan aku dulu TK cuma dolanan thok, hihi), biaya makan siang, dll dll.

Gak tahu deh, apa bisa keterima juga, wong berdasarkan penjelasan kemarin, hanya ada tempat sekitar 40-an murid untuk tahun ajaran baru nanti. Aku tetap dengan pikiran semula, kalau gak keterima yo wes masuk TK biasa aja. Tapi Bapak-e Rui masih tetap berkobar aja semangatnya, malah mau nyari informasi TK yang satu lagi. Di area Takasu sini emang ada satu lagi TK private yaitu Gyosei International Shin-Urayasu Kindergarten, kabarnya TK yang ini malah pakai system pengajaran berdasar agama Katolik. Hmmm jadi pengen lihat juga ke TK yang ini. Kalaupun gak beneran jadi siswa di sana pun, kayaknya asyik juga bisa ngelihat lingkungan sekolahnya. Mari berburu informasi deh.

Saturday, September 13, 2008

Kenshin

Rui sudah 3 tahun 6 bulan usianya. Jumat kemarin waktunya dia periksa kesehatan (kenshin). Pemeriksaan ini diadakan massal di Health-Center, beberapa waktu sebelumnya kita sudah dapat surat pemberitahuan dari sana, emang enak ada system yang teratur kayak gini, coba kalau enggak pasti aku lupa deh, wong Rui terakhir periksa kesehatan waktu umur 1,5 tahun.

Pagi waktu bangun tidur, aku ambil air seni nya Rui. Lalu jam 13.00 kita berangkat ke Health-Center. Sampai di sana sudah banyak yang datang. Rui pertama masih gugup, nempel terus sambil megangi ujung bajuku. Dan gak tahu kenapa, aku nervous juga, sampai waktu nulis nama di daftar hadir, aku lupa huruf kanji family name ku. Antik bener, padahal huruf kanjinya Rui gak lupa. Akhirnya aku nulis sambil ngintip2 huruf di buku kesehatannya Rui, hehe.

Rui masih terus gugup waktu mau ditimbang badannya. Sampai dirayu rayu barulah dia naik timbangan, waktu diukur tinggi badannya juga masih ogah ogah-an. Tapi begitu masuk ruang tunggu yang penuh tempelan gambar magnet barulah Rui keluar semangatnya. Saking semangatnya sampai waktu acara bincang bincang pribadi, dia gak konsen sama sekali. Sama petugas di sana, Rui ditanya namanya siapa… Rui hanya ketawa sambil loncat loncat. Waktu ditanya umurnya berapa, Rui malah ngacungin 2 jari tangan aja, padahal seharusnya khan 3 jari yang artinya 3 tahun.

Malu juga akunya. Tapi setelah tak pikir pikir, mungkin sebenarnya Rui masih nerveous di tempat yang baru dan rada bingung ketemu banyak orang. Dasarnya Rui gak bisa diam, nerveous nya jadi keluar dalam bentuk begitu. Rui lebih tak terkendali ketika pindah ruang untuk periksa gigi dan mata. Di ruang tunggu, ketika ada pembacaan buku cerita, Rui juga gak bisa anteng. Daripada dia cekikikan tak terkendali, di saat anak anak yang lain pada serius ndengerin pembacaan buku cerita, Rui tak ajak nunggu di luar ruangan saja.

Aku cuma bisa menghela nafas panjang, ketika Rui mondar mandir diseling klesetan kesana sini. Bahkan dia gak bisa diam ketika hidungnya berdarah (biasaaaa… terlalu exciting, ujung ujungnya pasti mimisan).

Hasil pemeriksaan kesehatan, umumnya semua baik, test air seni juga baik. Mata dan giginya gak bermasalah. Waktu aku mengeluh ke dokter gigi, karena gigi depan Rui yang berjarak antara gigi satu sama lain (bogang bogang), dokter malah bilang, postur gigi seperti itu malah yang terbaik, karena makanan jadi gak gampang terselip di antara gigi. Nanti dengan perkembangan usia, pasti giginya bisa rapat seperti biasa. Oh ya, berat badan Rui sekarang 16,2 kg tingginya 101 cm, terbilang gedhe untuk anak seusia dia.

Yach, aku harusnya lebih bersyukur karena Rui sehat. Cuma kalau ingat tingkahnya yang gak bisa diem itu, rasanya capek juga.

Tuesday, September 09, 2008

Pastel

Sudah berhari hari terbayang pengen makan pastel. Tapi waktu browsing di internet, kayaknya kok bikin kulitnya ribet banget. Karena gak mau repot, aku coba pakai kulit gyouza beli jadi di supermarket – kulit gyouzanya dipilih yang ukurannya jumbo. Isi pastelnya terdiri dari daging, wortel, bawang bombai dan telor rebus (apa yang ada di kulkas aja deh). Setelah digoreng, rasanya lumayan juga lah buat obat kangen. Jadi 16 biji, sebagian dimakan buat sarapan, trus waktu jam makan siang udah habis disikat bapak-e Rui. Heran deh, padahal dia itu barusan cabut gigi lho. Perasaan aku dulu kalo barusan cabut gigi gak bakalan bisa makan, lha ini kok masih teteup doyan aja.

Oh ya, lagi penasaran nih gimana ya caranya memilin pinggiran kulit pastel. Karena gak tahu caranya, kapan hari pinggiran nya pastel cuma aku tekan tekan pakai garpu. Ibukku bilang, kulitnya dicubit dikit trus dipilin, tapi kayaknya gak semudah itu ya.

Saturday, September 06, 2008

Indonesia Day

UFRA (Urayasu Foreign Residents Association) ngadain Indonesia Day hari Sabtu siang tadi. Aku jadi membernya UFRA sudah sejak 8 tahun yang lalu, tapi baru kali ini ngikuti event seperti ini. Itupun kalau gak diajak Ibu Susi gak bakalan ikut. Ceritanya pas ketemu kapan hari, Ibu Susi minta bantuanku bikin gado2 untuk mengisi konsumsi acara. Karena aku lagi gak ada rencana lain, dan karena Sabtu ini Bapak-e Rui pulang dari Hokkaido (jadi bisa jagain Rui di rumah), tawaran ibu Susi itu aku terima.

Indonesia Day dilangsungkan di Daie Shoppers Plaza. Jam 3 sore aku berangkat ke tempat acara sambil membawa gembolan sayur rebus dan bumbu gado gado sepanci. Berdasarkan “instruksi dari Ibu Susi” (bahasane rek, pake instruksi segala, hihi), bumbu kacangnya aku tambahi santan, kecap manis dikit dan perasan jeruk nipis. Rasa dan aromanya jadi lebih nendang.

Program acara Indonesia Day tadi ada ceramah trus panggung musik angklung, silat dan tarian…. Kayaknya sih, wong aku gak lihat sendiri. Orang emang kursinya terbatas untuk 80 orang undangan aja, dan lagi kita nguplek sendiri ngatur hidangan di ruangan sebelah yang lebih kecil. Begitu acara resmi selesai, para undangan langsung memenuhi ruang konsumsi.

Yang lucu, gara gara aku nginthil Ibu Susi terus, dua tiga kali ada orang yang nanya ke Ibu Susi sambil nunjuk ke aku “putrinya ya”, hihi… Kebanyakan tamu yang datang orang orang Jepang yang pernah tinggal di Indonesia, atau suka dengan Indonesia. Bapak bapaknya pada pakai baju batik, trus ibu ibunya banyak yang pakai kebaya. Walah, padahal aku yang orang Indonesia gak berkebaya. Slameet hari ini aku pakai baju rada formal, pakai rok!! Walaupun atasannya cuma kaos biasa siiih. Mungkin next time kalau ada acara macem begini lagi, pengen pakai kebaya juga – eh, tapi kalau rambutnya cepak macem aku gini, opo yo pantes … hehe.

Monday, September 01, 2008

Motegi

Hari Jumat kemarin Bapak-e Rui ngajak ke sirkuit balap Twin-Ring Motegi di Tochigi. Walaupun lagi gak ada event balapan, tapi rasanya tempat ini cukup menarik buat dikunjungi.

Perjalanan dari rumah bermobil ditempuh dalam waktu 2 jam-an lebih. Ramalan cuaca hari itu dibilang bakal turun hujan deras, tapi ternyata sampai di tujuan langit terang benderang, walah padahal aku sudah kadung pede banget gak pakai sunblock.

Sirkuit balap ini menempati area yang sangat luas. Bukan hanya tempat balapan aja, tapi di sini juga ada restoran, hotel, dan beberapa bangunan tempat hiburan. Pertama kita langsung menuju ke Honda Collection Hall, museum yang menyimpan produk2 Honda mulai dari jaman baheula sampai jaman sekarang. Mulai dari kendaraan roda 2, roda 4, mesin kapal sampai mesin pemotong rumput pun ada. Di sini aku senyum simpul sendiri waktu melihat tulisan semboyan di dinding display mobil balap, “If you’re not the number one in the world, you can`t be the number one in Japan”, duile segitunyaaaa….

Oh ya, aku sempat nyari nyari motor Honda yang kayak punya Bapak zaman dulu. Setelah nyari nyari berdasarkan tahun beredar di pasaran, ketemu juga. Cuma seingatku dulu motor bapak warnanya merah, bukan biru seperti yang di photo. Hehe, nostalgia.

Habis dari Honda Collection Hall tujuan kita berikutnya ke rumah Asimo, robot produksi Honda. (Dari museum sampai ke rumah Asimo jaraknya lumayan juga, sebenarnya kalau lagi sejuk mau aja jalan kaki, berhubung cuacana nya fanaaas, ya kita naik mobil aja. Karena lagi gak ada race, parkir mobilnya gampang bisa pindah ke sana sini). Di sana nonton demonya Asimo, robot yang pinter banget, bisa nari, main bola, bawa baki minuman, dan bisa berlari. Kesan robot jaman dulu khan gerakannya patah patah ya, tapi si Asimo ini luwes banget.

Di rumah Asimo ini juga dipajang robot robot Asimo generasi awal yang terlihat mengerikan saking gede dan banyaknya kabel/ instrument rumit. Jadi tersadar akan kebesaran Ilahi dalam menciptakan manusia. Sedang manusia sendiri bikin robot yang mirip manusia aja butuh penelitian puluhan tahun, itupun hasilnya masih jauuuh dari sempurna dibanding ciptaan Tuhan.

Setelah puas melihat lihat di area indoor, giliran Rui kita ajak keluar, biasa… ke tempat mainan anak anak, nyetir mobil-mobilan dan sepeda motor mini. Misua sempat terharu waktu lihat Rui udah bisa mengendalikan setir sendiri. Walah telat, waktu ke Indonesia kapan hari khan Rui memang udah biasa naik mobil2an baterai sendiri, khan udah dilatih di Pagora. Hihi.

Selesai dari Motegi kita mampir ke rumah sodara di daerah Ibaraki. Sudah lama kita gak ketemu mereka, tapi Rui sepertinya masih ingat sama kakek-nenek Ibaraki. Langsung deh dia lengket sama si kakek, malah terus diajak nyari jengkerik di kebun kakek yang luas dan penuh belukar itu. Sampai waktu pulang Rui dibawain toples berisi jengkerik beberapa ekor. Wuuuaah, padahal aku dan suami sama sama gak bisa pegang serangga. Akhirnya waktu kembali di rumah Urayasu, jengkerik2 itu kita lepas di semak. Untung aja Rui juga udah lupa sama jengkerik2nya, sampai hari ini pun dia gak nyariin.