Friday, December 26, 2008

Natalan di rumah

Natal tahun ini di rumahku ada acara Persekutuan Doa Kristen & Katolik (yang Katolik cuma aku siih, hehe). Walaupun dari wilayah Urayasu banyak yang absent (ada yang pulang ke Indonesia, ada yang pindah ke Osaka, ada yang sakit, dll), tapi banyak ibu ibu dari wilayah Tokyo yang datang. Rumah jadi rame deh.

Untuk hidangan nya aku bikin gule kambing, nasi kuning, daging rica, rendang ayam, pudding jagung, nggoreng krupuk udang, juga ada tambahan kue natal kiriman dari Mbak Retno, dan nastar dari Heni. Ibu ibu yang datang pada bawa makanan juga. Ada cumi pedas, ikan woku, bubur ketan item, onde onde, nasi goreng, salad buah… apa lagi ya, sampai gak inget deh. Aku juga bikin masakan ku dalam keadaan “mabok darat”, lidahku terasa tebal banget, setiap ngincipi makanan rasanya kok pahit. Jadi masaknya pakai feeling aja. Syukurlah para tamu bilang, masakanku oke oke aja, cukup bumbunya.

Syukur juga ketika acara berjalan, aku bisa ikut makan. Mungkin karena hati riang ya. Merry Christmas!!

UFRA Christmas Party

Urayasu Foreign Resident Association (UFRA) ngadain pesta natal buat anak anak tanggal 23 Desember yang lalu. Tahun ini pertama kali juga aku ikut event natalnya UFRA, ketinggalan banget deh, itu juga gara gara tahun tahun kemarin aku masih jadi “pengembara” pindah2 dari Ibaraki dan Hokkaido. Tahun ini bersyukur sekali aku jadi punya kenalan di playgroup nya Rui, yang akhirnya menghubungkan aku dengan event2 UFRA macam gini.

Acara natal anak anak kemarin bergaya pot-luck, semua yang datang bawa satu macam hidangan untuk dinikmati buat makan siang bersama. Aku bawa pudding strawberry. Hidangan yang lain, karena emang para istri berasal dari macam2 negara, hidangan nya pun internasional sekali. Yang dari korea bawa jijimi (gorengan dari kentang serut), yang dari Amerika bawa ayam goreng Kentucky (hahaha, amrik banget deh), trus ada yang bawa kue pie dari labu kuning, eh ada juga yang bawa macaroni schotel (wuah, anak anak pada banyak yang suka tuh).

Bapak-e Rui juga tak ajak ke acara ini. Di sana dia bisik2 ke aku, katanya sempat kebingungan waktu diajak ngomong bahasa Inggris sama orang orang yang hadir. Hihihi, gak cuma dia wong pertama kali dulu aku ketemu orang orang UFRA, aku juga gelagepan juga. Habis emang sejak tinggal di Jepang, bahasa Inggris ku khan jadi “punah” wong gak pernah dipakai. Ya bagus lah mungkin kalau sering ikut event nya UFRA macam gini, bahasa Inggris ku bisa lancar lagi.

Acara natal UFRA kapan hari karena fokusnya untuk anak anak, diseling dengan permainan nempel gambar, bikin prakarya, dan ditutup dengan datangnya Santa Claus!! Wuah, anak anak (termasuk Rui) pada high-tension deh. Yang jadi Santa Claus, bapak bule dari Swedia, bule nya sih udah pas, hanya sayangnya dia rada kurus, jadi Santa Claus nya kurang mantap. Dalam bayanganku yang jadi Santa biasanya khan gendut gitu ya. Hohoho….

Photo photonya aku pajang di sini. Note: yang ngambil photo Bapak-e Rui, jadinya gak pas semua deh. Kayaknya aku lebih pinter ngambil photo daripada dia, hihihi. Lain kali biar aku terus aja deh yang jadi photographer.

Friday, December 19, 2008

Kembarannya Rui

Tahu gak, Rui itu punya “kembaran” di kelas playgroupnya. Namanya Haruto (kalo di Indonesia mungkin udah jadi Harto kali ya, hehehe). Haruto ini usianya lebih tua 9 bulan daripada Rui, tapi besar badannya hampir sama dengan Rui. Potongan rambutnya juga mirip. Matanya mirip, bahkan kalau ketawa juga ada lesung pipitnya. Pokok-e hampir semua nge-plek.

Yang rada beda, Haruto lebih tenang sifatnya daripada Rui. Kalo Rui khan masih suka pecicilan kesana sini. Mungkin karena Haruto udah punya adik kecil ya, jadi lebih dewasa lah daripada Rui. Yach, semoga aja kalo Rui pun bisa jadi lebih dewasa kalo adiknya sudah lahir nanti. Semoga.

Di bawah ini photo photonya Rui dan Haruto. Gimana, mirip gak?

Hiyoko Christmas Party

Hari Jumat ini jadi hari terakhir kelas Hiyoko di playgroup nya Rui (Hiyoko=anak ayam). Mulai minggu depan bakal masuk liburan musim dingin, dan baru masuk lagi pertengahan Januari nanti. Sebagai penutup tahun ini, Hiyoko ngadain Christmas Party. Para mama yang biasanya cukup ngantar sampai depan pintu, hari ini mama mama pun bisa masuk ke dalam kelas buat ngelihat pertunjukan gerak dan lagu anak anaknya. Photo anak anak yang lagi pentas aku sertakan di sini.

Tapi … kok Rui gak kelihatan? Sayang sekali Rui hari ini gak mau tampil. Ketika teman temannya pada “rela” dipasangin ikat kepala seperti tanduk rusa, Rui menolak dengan keras. Pas teman temannya pada pentas, Rui juga malah ngumpet di bagian belakang mama mama yang lagi nonton. Duh, aku sempat kecewa juga. Kok Rui gitu ya, kok selalu aja gak mau sama dengan teman temannya.

Rupanya gurunya Rui ngerti juga kalo aku rada kecewa. Trus beliau bilang gini ke aku, “hari ini mungkin Rui lagi nervous, ada mamanya datang ke kelas, dia malah jadi malu malu gak mau pentas. Biasanya kalo pas latihan dia bisa kok bareng nari dan nyanyi sama temen2nya. Tolong kalau nanti di rumah, Rui jangan dimarahi ya, walaupun sebagai mamanya merasa kecewa, Rui jangan dipojokkan. Lebih baik kasih pujian untuk hal hal lain, daripada memfokuskan pada ketidakbisaannya buat pentas bareng”.

Rada plong juga dada ini dengar kata kata gurunya Rui. Memang sih, kayaknya Rui itu gak punya rasa takut pada apa pun, tapi sebenarnya di dalam hatinya dia suka merasa gugup dan malu malu kalau menghadapi situasi yang agak berbeda. Dari pertama masuk playgroup ini, emang gurunya Rui udah sering bilang, kalau Rui maunya beda dengan teman temannya, jangan disalahkan, jangan dimarahi, beri saja pujian sebanyak banyaknya, dengan demikian dia gak bakal jadi rendah diri dan bisa menikmati bermain dalam kelompok.

Emang benar sih, yang namanya sifat atau bawaan anak khan gak bisa begitu saja dirubah. Benar benar PR serius buatku, soalnya kalau sudah kadung kecewa, aku khan cenderung menyalahkan daripada memuji.

Acara Christmas party hari ini ditutup dengan pembagian kado kecil untuk anak anak, isinya kartu bergambar. Aku lihat Rui bisa juga menunggu dengan sabar waktu pembagian kado. Pada akhirnya aku bisa kasih pujian juga buat Rui, karena dia sudah bisa menunggu dengan sabar. Kyou isogashikatta ne, demo Rui mo zuibun gambatta. Mata kondo gambarou ne (hari ini cukup sibuk dan melelahkan ya, tapi Rui sudah cukup berusaha. Lain kali pasti Rui bisa berusaha lebih keras lagi ya). Dan Rui pun mengangguk dengan senyum malaikatnya. Walah le…

Thursday, December 11, 2008

Happy Birthday

Hari ini Bapak-e Rui genap berusia 35 tahun. Artinya hari ini usiaku sama dengan dia, tapi hanya sampai tgl 30 aja, soalnya tgl 30 nanti gantian aku yang ultah dan umurku jadi genap 36 tahun. Hehe.

Buat kado ultah misua, aku kasih dompet buat ganti dompetnya yang udah bluwek saking tuanya. Dompet yang lama itu dia beli di Sarinah Plaza Jakarta, jamannya dia kerja di Indonesia, artinya sudah 15 tahun yang lalu. Bisa dibayangin khan gimana usangnya, wong warnanya aja udah gak jelas, coklat gak coklat, item gak item. Emang misua kalo punya barang bisa awet bertahun tahun (mirip aku juga), asal gak bolong dan bisa dipakai, pasti bakal terus dipertahankan.

Di postingan kali ini aku sertakan satu photo jadul, photo belasan tahun yang lalu, ketika kami berdua belum menikah. Wuah, nostalgia sekaleee. Aku dan misua masih sama sama kurus – lihat rambutku juga masih brintik forever, hahaha… mana lipstik nya merah banget kayak abis makan orang aja, sekarang mana kepikiran pakai lipstik merah membara gitu ya. Misua juga masih gondrong banget. Dan yang paling beda, kita berdua waktu itu masih rajin pakai contact-lens. Sekarang? Wuah, udah pada males dua duanya, udah laku ini, hihi.

Kenji san, otanjoubi omedetou. Itsuma demo naka yoku de itte ne.

Saturday, December 06, 2008

Yatta!!!

Terima kasih, Tuhan, sekarang sudah masuk usia 8 minggu. Hari Jumat kemarin dapat photo USG dari dokter kandungan, panjangnya 16,4 mm. Baru sebesar kacang tapi sudah cukup menjungkirbalikkan diriku. Sama kayak jamannya hamil Rui dulu, aku jadi merasa asing dengan tubuhku sendiri. Semuanya berubah. Dan yang paling ekstrim, daya penciumanku jadi sensitive tiada tara. Bahkan hal hal yang seharusnya gak punya bau khusus pun jadi terasa tajam di hidungku. Misalnya kubis aja jadi berbau seperti kentut (sorry…). Kapan hari aku ngerangkul anak perempuan teman di playgroup, yang masih umur 1,5 tahun aja tahu tahu aku mual sendiri “cantik cantik kok bau kuping sih”. Yang paling parah, bau minyak kayu putih aja sudah cukup bikin aku tersengal sengal. Padahal biasanya aku ini khan pencinta minyak kayu putih.

Malam hari di perut bagian bawah rasanya aku sudah bisa merasakan denyut kehidupan, tempat yang sama dengan Rui dulu suka berkedut kedut. Bobotku sekarang juga drop jadi 49 kg (persis sama dengan jaman hamilnya Rui). Perutku belum kelihatan buncit, tapi dada sudah menggelembung duluan. Untung aja rambutku pendek, cobak kalo panjang, bisa bisa jadi kayak Leak Bali kali.

Walaupun sekarang lagi mabok berat, gak doyan nasi, gak doyan roti, gak doyan apa apa… tapi kehidupan terus berputar. Masih harus ngurus Rui, bikin bento, dll. Bikin bekalnya Rui walaupun sambil nahan nafas, dan gak jarang setelah itu harus terbungkuk bungkuk di toilet… aduuuh aku benci muntah. (Bulan bulan kemarin rasanya sudah cepet pengen hamil aja, lupa bahwa hamil itu artinya harus mual mual juga. Wuah). Semoga masa masa mabok ini cepat berlalu.

Dari kantor pemerintah, aku juga sudah dapat satu set buku-ibu&anak. Isinya notes untuk pemeriksaan rutin ke dokter. Bukunya masih sama dengan bukunya Rui dulu, warna dan modelnya sama, yang berbeda, kalau pas Rui dulu kupon pemeriksaan gratis nya hanya 3 kali, sekarang jadi 5 kali. Lumayan…. Selain itu dapat gantungan kunci merah muda dengan tulisan “onaka ni akachan ga imasu” – ada bayi dalam kandungan. Biasanya sih aku sering lihat gantungan kunci gini tergantung di tas ibu ibu yang lagi hamil muda. Supaya orang di sekitarnya yang ngelihat tanda itu bisa lebih peka, misalnya dikasih tempat duduk walaupun dalam bus/ kereta padat penumpang, dll. Soalnya emang orang hamil muda khan gak kelihatan sih, wong perutnya belum gedhe. Tapi aku kok rasanya masih malu malu ya pakai gantungan kunci itu, ndak pengen dikasihani gitu, walaupun kalo pas mual2 rasanya juga setengah mati juga sih, hehehe…. Welcome to maternity life.

Wednesday, December 03, 2008

Sibuk

Belakangan ini cebuk terus. Mulai dari wawancara nya Rui di TK Akemi. Trus dua kali ikut acara makan siang bareng mama mama kumpulan playgroup. Lalu ke dealer mobil (sebentar lagi harus sayonara sama mobil March). Keluyuran nyari kado ultah bapak-e Rui. Ngider nyari kado Natal buat Rui untuk pesta Natal UFRA tanggal 23 nanti. Hunting dan ngirim osebou (bingkisan akhir tahun) buat mertua – kali ini kita ngirim kepiting. Lalu harus ke Makuhari buat memperbaharui SIM ku. Trus juga harus ke dokter, bolak balik dua kali….. Mabuk darat deh.