Tuesday, August 18, 2009

Ulang Tahun

Bulan Agustus ini ada 3 orang yang ultah di keluarga Sasai yaitu Papa mertua, mama mertua dan Jiro san (adik iparku). Seperti tahun kemarin, acara ulang tahunan kita isi dengan makan bareng di Rain Forest Café, Ikspiari. Walaupun tempat dan menunya sama, yang bikin beda tahun ini ada tambahan anggota keluarga yaitu si kecil Rei.

Selama acara makan, anak anak tergolong sangat “terkontrol”. Rui dan Ryota (anaknya Jiro san) lumayan anteng, hanya sekali sekali aja dua anak balita itu ngeluyur berdua (sambil bergandengan tangan, aiih lucunya) muterin café yang penuh dengan pajangan boneka binatang macam gajah dan gorilla yang bisa bergerak gerak. Sedang baby Rei tidur melulu, mungkin karena suasana café yang redup bikin ngantuk. Oh ya, saking remang remangnya, sampai kita kesusahan baca menu hidangan. Akhirnya kita asal tunjuk photonya aja, daripada mata kita juling, hihi.

Selesai acara makan, rombongan papa mertua pulang duluan, sedang aku, suami, Rui dan Rei masih betah di Ikspiari, gara gara Rui pengen lihat pertunjukan acrobat dan sulap. Anak itu kalau nemu seniman jalanan, pasti langsung duduk manis ngelihat deh. Satu jam kemudian setelah Rui puas ngelihat acara sulap dan puas dikasih balon sama seniman nya, barulah kita pulang ke rumah.

Monday, August 03, 2009

Repot

Gak terasa baby Rei sudah sebulan usianya. Sudah lebih gembul, melembung di sana sini, pahanya jadi gedhe, pipinya jadi cempluk – sampai hidungnya yang mungil jadi tambah tenggelam aja, hihi.

Suara nangisnya Rei tambah hari tambah kenceng. Maklum aku sering gak bisa cepat respon. Apalagi sekarang ini aku sendirian di rumah (bapak-e anak anak? Biasaaa… kerja luar kota). Repot memang ngurus dua anak. “Jam tempur” bagiku adalah pagi dan sore. Pagi repot mempersiapkan Rui buat berangkat ke tempat penitipan anak, ngasih makan Rui, nyisir rambut Rui, siapin bekal, dll diiringi suara tangisan Rei yang sudah melek dari pagi.

Sore “bertempur” lagi kalau pas jam mandi. Biasanya aku mandiin Rui dulu (kalau pas Rei tidur sih slamet, tapi kalau Rei bangun dan nangis, ya Rui nya jadi mandi bebek, disabuni sekenanya aja). Selesai Rui mandi, biasanya Rui gak mau keluar dari kamar mandi, jadi aku siapin air panas biar Rui bisa nyemplung dan mainan air, selama aku mandiin Rei. Selesai Rei mandi, aku buntel pakai baju handuk, trus aku taruh aja di alas empuk di luar kamar mandi, sedang aku mandi bebek. Selesai aku mandi, barulah aku ngurus Rei lagi, masang pampers, kasih baby lotion, dll, sementara Rui nya lari larian telanjang – heran deh, kenapa sih selalu aja Rui gak mau langsung pakai baju, padahal baju gantinya sudah aku siapin.

Sementara ini emang lagi repot repotnya, jadi kalau bapak-e anak anak pulang, atau mertua mampir ke rumah, wuaah aku rasanya girang banget. Tapi sekarang sudah lumayan sih, Rui bisa aku titipin di tempat penitipan anak, aku juga bisa ngajak Rei keluar saben hari. Waktu jadi cepat sekali berlalu. Aku gak bisa bayangin deh, gimana ya ibu ibu Jepang yang punya anak lebih dari dua, pasti hari harinya lebih padat lagi.