Saturday, September 06, 2008

Indonesia Day

UFRA (Urayasu Foreign Residents Association) ngadain Indonesia Day hari Sabtu siang tadi. Aku jadi membernya UFRA sudah sejak 8 tahun yang lalu, tapi baru kali ini ngikuti event seperti ini. Itupun kalau gak diajak Ibu Susi gak bakalan ikut. Ceritanya pas ketemu kapan hari, Ibu Susi minta bantuanku bikin gado2 untuk mengisi konsumsi acara. Karena aku lagi gak ada rencana lain, dan karena Sabtu ini Bapak-e Rui pulang dari Hokkaido (jadi bisa jagain Rui di rumah), tawaran ibu Susi itu aku terima.

Indonesia Day dilangsungkan di Daie Shoppers Plaza. Jam 3 sore aku berangkat ke tempat acara sambil membawa gembolan sayur rebus dan bumbu gado gado sepanci. Berdasarkan “instruksi dari Ibu Susi” (bahasane rek, pake instruksi segala, hihi), bumbu kacangnya aku tambahi santan, kecap manis dikit dan perasan jeruk nipis. Rasa dan aromanya jadi lebih nendang.

Program acara Indonesia Day tadi ada ceramah trus panggung musik angklung, silat dan tarian…. Kayaknya sih, wong aku gak lihat sendiri. Orang emang kursinya terbatas untuk 80 orang undangan aja, dan lagi kita nguplek sendiri ngatur hidangan di ruangan sebelah yang lebih kecil. Begitu acara resmi selesai, para undangan langsung memenuhi ruang konsumsi.

Yang lucu, gara gara aku nginthil Ibu Susi terus, dua tiga kali ada orang yang nanya ke Ibu Susi sambil nunjuk ke aku “putrinya ya”, hihi… Kebanyakan tamu yang datang orang orang Jepang yang pernah tinggal di Indonesia, atau suka dengan Indonesia. Bapak bapaknya pada pakai baju batik, trus ibu ibunya banyak yang pakai kebaya. Walah, padahal aku yang orang Indonesia gak berkebaya. Slameet hari ini aku pakai baju rada formal, pakai rok!! Walaupun atasannya cuma kaos biasa siiih. Mungkin next time kalau ada acara macem begini lagi, pengen pakai kebaya juga – eh, tapi kalau rambutnya cepak macem aku gini, opo yo pantes … hehe.

Monday, September 01, 2008

Motegi

Hari Jumat kemarin Bapak-e Rui ngajak ke sirkuit balap Twin-Ring Motegi di Tochigi. Walaupun lagi gak ada event balapan, tapi rasanya tempat ini cukup menarik buat dikunjungi.

Perjalanan dari rumah bermobil ditempuh dalam waktu 2 jam-an lebih. Ramalan cuaca hari itu dibilang bakal turun hujan deras, tapi ternyata sampai di tujuan langit terang benderang, walah padahal aku sudah kadung pede banget gak pakai sunblock.

Sirkuit balap ini menempati area yang sangat luas. Bukan hanya tempat balapan aja, tapi di sini juga ada restoran, hotel, dan beberapa bangunan tempat hiburan. Pertama kita langsung menuju ke Honda Collection Hall, museum yang menyimpan produk2 Honda mulai dari jaman baheula sampai jaman sekarang. Mulai dari kendaraan roda 2, roda 4, mesin kapal sampai mesin pemotong rumput pun ada. Di sini aku senyum simpul sendiri waktu melihat tulisan semboyan di dinding display mobil balap, “If you’re not the number one in the world, you can`t be the number one in Japan”, duile segitunyaaaa….

Oh ya, aku sempat nyari nyari motor Honda yang kayak punya Bapak zaman dulu. Setelah nyari nyari berdasarkan tahun beredar di pasaran, ketemu juga. Cuma seingatku dulu motor bapak warnanya merah, bukan biru seperti yang di photo. Hehe, nostalgia.

Habis dari Honda Collection Hall tujuan kita berikutnya ke rumah Asimo, robot produksi Honda. (Dari museum sampai ke rumah Asimo jaraknya lumayan juga, sebenarnya kalau lagi sejuk mau aja jalan kaki, berhubung cuacana nya fanaaas, ya kita naik mobil aja. Karena lagi gak ada race, parkir mobilnya gampang bisa pindah ke sana sini). Di sana nonton demonya Asimo, robot yang pinter banget, bisa nari, main bola, bawa baki minuman, dan bisa berlari. Kesan robot jaman dulu khan gerakannya patah patah ya, tapi si Asimo ini luwes banget.

Di rumah Asimo ini juga dipajang robot robot Asimo generasi awal yang terlihat mengerikan saking gede dan banyaknya kabel/ instrument rumit. Jadi tersadar akan kebesaran Ilahi dalam menciptakan manusia. Sedang manusia sendiri bikin robot yang mirip manusia aja butuh penelitian puluhan tahun, itupun hasilnya masih jauuuh dari sempurna dibanding ciptaan Tuhan.

Setelah puas melihat lihat di area indoor, giliran Rui kita ajak keluar, biasa… ke tempat mainan anak anak, nyetir mobil-mobilan dan sepeda motor mini. Misua sempat terharu waktu lihat Rui udah bisa mengendalikan setir sendiri. Walah telat, waktu ke Indonesia kapan hari khan Rui memang udah biasa naik mobil2an baterai sendiri, khan udah dilatih di Pagora. Hihi.

Selesai dari Motegi kita mampir ke rumah sodara di daerah Ibaraki. Sudah lama kita gak ketemu mereka, tapi Rui sepertinya masih ingat sama kakek-nenek Ibaraki. Langsung deh dia lengket sama si kakek, malah terus diajak nyari jengkerik di kebun kakek yang luas dan penuh belukar itu. Sampai waktu pulang Rui dibawain toples berisi jengkerik beberapa ekor. Wuuuaah, padahal aku dan suami sama sama gak bisa pegang serangga. Akhirnya waktu kembali di rumah Urayasu, jengkerik2 itu kita lepas di semak. Untung aja Rui juga udah lupa sama jengkerik2nya, sampai hari ini pun dia gak nyariin.
Lilypie Kids Birthday tickers
Lilypie Third Birthday tickers
DaisypathAnniversary Years Ticker