Saturday, March 10, 2007

Ketemuan

Seminggu yang lalu kita ketemu Helena Sato. Sudah lama banget gak ketemu Lena. Terakhir ketemu hampir 4 tahun yang lalu kali ya, waktu Lena nginep di rumahku sama Sintaro, anaknya. Rui belum lahir (aku juga belum hamil), masih bisa masak2 komplit ketika ada acara doa di rumah. Kebetulan Lena juga kenal dengan pendeta Azumi-nya gereja Megumi dan sempat kaget waktu tahu bahwa acara doa di rumahku saat itu dipimpin pendeta Ayub. Secara pendeta Ayub juga suka melayani di gereja Lena di Tochigi.

Lena ini dulu kerja di Hitachi Jakarta, sedangkan aku di Hitachi Paiton. Ketika Lena menikah dengan Sato san, dia duluan yang terbang ke Jepang. Sehingga ketika aku juga menyusul ke Jepang, kita dulu suka main bareng.

Pada akhirnya setelah aku hamil, melahirkan Rui dan sibuk dengan urusan anak, kita jadi gak pernah ketemu. Mau main juga sudah wegah bayangin jauhnya Tochigi dari Urayasu. Tapi sekarang mumpung aku tinggal di Ibaraki, kita sempatin ketemu dengan Lena sekeluarga. Aku bayangin dari Ibaraki paling gak sejam aja sudah nyampe lah. Tapi oh tidak, sodara sodara, dari Ibaraki ke tempat Lena masih makan waktu 2 jam!! Pakai kesasar lagi, karena mobil suami gak ada navigator.

Pas akhirnya ketemu, lega banget deh. Barengan kita main ke onseng (pemandian air panas), Rui tak serahin suami biar masuk ke tempat mandi laki laki. Sintaro yang sudah kelas 2 SD juga gak mau masuk tempat mandi perempuan, maunya ikut Sato san. Jadilah aku dan Lena bisa nyantai berdua. Aaa….ah sudah lama rasanya gak ngobrol2 berdua aja sama teman.

Habis dari onseng, kita rencana mau makan Indonesia di restoran Kampung Bali, tapi ternyata belum buka. Akhirnya banting setir ke Kappa sushi. Eh, Lena sudah bisa makan sushi rupanya, jadi inget dulu waktu baru pertama di Jepang dia khan belum bisa makan ikan mentah. Yokatta ne, Lena.

Hari yang menyenangkan, ketemu teman lama, santai di pemandian air panas, makan sushi barengan…. Kapan kapan ketemu lagi ya.

Friday, March 02, 2007

Ni sai ni narimashita

Tanggal 2 Maret ini Rui genap 2 tahun.

Ketika baru lahir, wajah Rui mirip banget dgn wajah papa mertua. Kemudian wajahnya dikit2 mulai berubah. Waktu umur setahun jadi keliatan kalau matanya bukan mata Jepang (suami seneng banget, secara dia selalu berangan angan punya anak yang matanya gedhe). Mendekati umur 2 tahun semakin terlihat bahwa Rui punya wajah Indonesia, mirip wajah ibuk dengan hidungnya yang mungil itu (hihi).

Tahun depan kalau Rui tambah usia lagi, pastilah ada yang berubah lagi. Sampai sekarang suami masih berharap bahwa rambut Rui bakalan ikal kayak rambutku. Wuah, kalau soal rambut, mending lurus aja ikut suami, biar gak susah ngurusnya.

Rui san, ni sai ni natte ureshi ne. Omedetou. Yukkuri okiku natte kudasai. Itsuma demo anata wa papa-mama no ichiban no takaramono.


Lilypie Kids Birthday tickers
Lilypie Third Birthday tickers
DaisypathAnniversary Years Ticker