Tuesday, January 30, 2007

The Last One

Hari ini aku bersedih hati. Pasalnya kue nastar yang cukup lama tak-eman eman itu habis juga. Huuua….aaa!!

Nastar yang ini nastar istimewa karena bikinan teman kuliahku, Helena yang sekarang tinggal di Wales. Bulan Desember yang lalu, Helena bilang mau kirim sesuatu. Aku langsung mbathin, pasti dia bakalan kirim keju lagi (sebelum ini emang aku pernah dikirimi Helena keju keju khas UK yang rasane siiip pol). Helena sempat tanya alamatku di Ibaraki, tapi aku jawab kirim aja ke rumah Urayasu. Walaupun gak ada orang di rumah pun, di lantai bawah apartemen ada kotak pos khusus untuk paket yang gedhe. Ternyata kiriman dari Helena itu gak sempat masuk kotak pos, karena kebetulan mama mertua lagi ada di rumah Urayasu, jadi sama beliau paket itu langsung dimasukkin lemari es.

Akhir tahun aku sempat pulang ke Urayasu, dan bisa membuka paket dari Helena. Isinya? Sekotak coklat, beragam keju dan …. Nastar! What a great Christmas present! Mataku jadi panas deh, terharu banget. Bayangin kerepotan Helena bikin sendiri tuh nastar (padahal dia juga punya Iola yang umurnya gak beda jauh sama Rui), trus jauh jauh ngirim nastar itu sampai ke Jepang. Huaaa….aa, Helena terima kasih seribu!!

Di rumah ini gak cuma aku yang suka nastar, suami dan Rui pun pada demen. Kalau suami sih lebih banyak ngalah, sadar bahwa istrinya gak bisa sering2 makan nastar, jadi dia paling cuma ikut makan sebiji dua biji, sekedar incip incip. Sedangkan Rui lain lagi, kalau sudah makan suka susah nyetop nya, padahal aku makannya pakai perhitungan. Sehari paling gak 2 atau 3 biji aja, biar awet gitu. Mangkanya sering kotak nastar itu aku taruh di tempat ketinggian biar gak bisa dijarah Rui (maaf ya Rui, emakmu ini emang paling pelit kalau soal nastar, hehe…). Cuma pernah sekali kejadian, Rui naik ke atas kursi dan bisa ngambil kotak nastar, langsung aja deh aku ngomel ngomel.

Pada akhirnya tibalah hari ini ketika nastar itu jadi the last one, dan habis….. (menghela nafas panjang). Saraba, Helena no nastar. Duh, jadi melankolik.

Thursday, January 25, 2007

Kasumi

Di Ibaraki ini hampir setiap hari kegiatanku sama aja. Pastilah sore hari jalan kaki sama Rui ke Kasumi. Kasumi ini nama supermarket yang paling dekat rumah. Jalan kaki ke sana makan waktu kira kira 30 menit-an lah. Kadang makan waktu lebih daripada itu tergantung Rui nya. Di sini banyak tanah kosong, kalau lagi jalan Rui suka mampir ke situ. Gak tahu apa yang menarik, yang jelas Rui suka sekali milah milih kerikil, nyabuti akar rumput kering, mengamati dahan kering, dll. Buat anak kecil, apapun bisa jadi mainan ya.

Di Kasumi biasanya kita cuma belanja dikit, istirahat sebentar di bangku depan supermarket sudah gitu tuk-wak-tuk-wak lagi pulang ke rumah.

Rui sekarang sudah mulai terbiasa nungguin aku belanja. Di Kasumi, di dekat rak makanan buat anak kecil, ada tv kecil yang biasa muter film kartun. Disediain pula kursi2 kecil biar anak anak bisa duduk. Pertama dulu Rui gak bakalan mau aku tinggal, tapi lama lama dia bisa anteng nonton kartun, sedang aku cepet2 belanja dan bayar di kasir.

Kemarin aku dan Rui ke Kasumi juga, dan kayak biasanya Rui langsung nongkrongin film kartun sama anak anak lain. Setelah buruan belanja dan bayar di kasir, aku jemput Rui. Dan.... mataku langsung terbelalak, karena Rui asyik nonton tv sambil makan coklat!! Tangan kanannya sudah belepotan coklat (bibirnya juga cemong cemong), sedang tangan kirinya masih memegang robekan bungkus coklat. Huaa....ah!!! Langsung deh aku geret Rui ke kasir, sambil berkali kali minta maaf, aku sodorin sobekan bungkus coklat ke ibu kasirnya, dan aku bayar harganya.

Pengalaman pertama buatku. Biasanya Rui emang megangi makanan yang dijual di Kasumi, tapi selama ini belum pernah dia buka bungkus makanan sendiri. Wah, berarti kalau ke Kasumi lagi, harus lebih pasang mata dengan Rui. Fffiuuuh....
Lilypie Kids Birthday tickers
Lilypie Third Birthday tickers
DaisypathAnniversary Years Ticker